π¦ Perilaku Kritis Adanya Pengaruh Perubahan Sosial Budaya
Purwanto( 2013: 48) mengatakan "hasil belajar adalah perubahan perilaku yang terjadi setelah mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan 3 pendidikan". Aspek perilaku keseluruhan dari tujuan pembelajaran menurut Benyamin Bloom (asep jihad, 2008:14) yang dapat menunjukan hasil belajar yaitu, ranah kognitif, afektif, dan
Sikap Kritis Terhadap Perubahan Sosial Budaya β D. Penyebab dan faktor perubahan sosial dan budaya 1. Perubahan dalam masyarakat dan dalam masyarakat dibagi sebagai berikut. A. Perubahan Penduduk Perubahan yang dimaksud adalah perubahan yang berkaitan dengan pertumbuhan dan penurunan penduduk. Pertambahan penduduk menyebabkan terjadinya perubahan tempat tinggal. Tempat tinggal yang semula terkonsentrasi pada lingkungan kerabat, berubah atau memancar tergantung dari faktor pekerjaan. Depopulasi juga menyebabkan perubahan sosial budaya. Contoh perubahan populasi termasuk program transmigrasi dan urbanisasi. Sumber 30 tahun kemerdekaan Indonesia 5 Gb. Program transmigrasi ditujukan untuk pemerataan jumlah penduduk. Sumber Gb. Permukiman padat penduduk b. Suatu pemberontakan atau pemberontakan revolusioner mengarah pada perubahan sosial budaya, misalnya pemberontakan G 30 S/PKI. Pada tahun 1965, pemberontakan G 30 S/PKI membawa perubahan terutama dalam sistem politik Indonesia sehingga komunisme dilarang di Indonesia. Dilarangnya ajaran komunis di Indonesia karena tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar masyarakat sebagai bangsa dan nilai-nilai bangsa Indonesia sebagai negara. C. Peran perubahan nilai Perubahan juga dapat dikaitkan dengan perubahan peran nilai dalam masyarakat. Misalnya, sosialisasi program KB dapat menekan pertumbuhan penduduk. Misalnya, sebelum program KB pemerintah, orang yang menikah ingin memiliki anak lagi, tetapi setelah sosialisasi program KB, mereka diberitahu bahwa melahirkan anak terbatas di masyarakat. demi masa depan dan kesejahteraan anak. D. Peran Tokoh Karismatik Tokoh karismatik adalah mereka yang dikagumi, dihormati dan menjadi panutan dalam masyarakat. Peran kepribadian karismatik dalam mempengaruhi perubahan dalam kehidupan masyarakat. Misalnya, Soekarno yang karismatik kepada rakyat sebagai Presiden Republik Indonesia karena kepiawaiannya berbicara. e. Penemuan-penemuan Baru Penemuan-penemuan baru dalam kehidupan manusia, baik itu sains maupun teknologi, mempengaruhi masyarakat tersebut dan membawa perubahan. Misalnya penemuan mobil. Inovasi mengarah pada perubahan budaya dan sosial dalam masyarakat. Status sosial dalam masyarakat terbentuk tergantung dari harta benda mobil. Mereka yang tidak memiliki mobil dianggap memiliki status sosial yang lebih rendah daripada mereka yang memilikinya. Selain itu, seseorang yang memiliki mobil dapat dianggap memiliki status sosial yang lebih rendah daripada seseorang yang memiliki banyak mobil. Sikap Kritis Terhadap Perubahan Sosial Budaya 2. Perubahan di luar masyarakat Perubahan sosial budaya juga dapat disebabkan oleh faktor eksternal masyarakat seperti faktor geografis, budaya dan politik. Pengaruh eksternal terhadap perubahan sosial budaya masyarakat adalah hal yang wajar. Dampak ekstra sosial adalah sebagai berikut A. Pengaruh lingkungan alam Pengaruh lingkungan alam terhadap perubahan sosial budaya sangat besar. Misalnya, tanah yang subur dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian sehingga masyarakat di daerah tersebut dapat berpraktik sebagai petani. Kebudayaan pada tanah yang subur tidak terlepas dari kehidupan masyarakat sebagai penggarap, sehingga kebudayaan masih berhubungan dengan pertanian. B. Budaya Masyarakat Lain Kontak budaya antar masyarakat memiliki dampak positif dan negatif. Misalnya hubungan budaya Indonesia dengan negara Barat Eropa. Jika dampak positifnya berupa transfer ilmu pengetahuan dan teknologi, maka dampak negatifnya berupa gaya hidup barat westernisasi bagi kelompok pemuda. C. Perang Perang berdampak negatif pada banyak aspek kehidupan masyarakat. Misalnya perang Irak yang menimbulkan penderitaan dan trauma jangka panjang bagi rakyat Irak. Terlepas dari beberapa hal yang disebutkan di atas, perubahan sosial budaya tergantung pada faktor-faktor penyebabnya. Faktor penyebab terjadinya perubahan sosial budaya terdiri dari faktor pendorong dan penghambat. Sikap Kritis Menghadapi Globalisasi Seperti Pada G 1. Faktor pendorong perubahan sosial budaya Faktor pendorong perubahan sosial budaya adalah Akumulasi kebudayaan dan penemuan-penemuan baru Kebudayaan dalam suatu masyarakat selalu terakumulasi atau terakumulasi, artinya kebudayaan masyarakat itu semakin beragam dan bertambah. Pertumbuhan dan keragaman budaya ini terutama terkait dengan inovasi baru di masyarakat. B. Perubahan jumlah penduduk Bertambah dan berkurangnya jumlah penduduk di suatu wilayah menyebabkan terjadinya perubahan struktur masyarakat, terutama pada pranata sosialnya. C. Oposisi atau Konflik Oposisi yang timbul dari pluralisme dalam masyarakat menyebabkan perubahan sosial. Dalam masyarakat yang heterogen, sifat individualistis masih terpaku sedemikian rupa sehingga tidak ada hubungan yang erat satu sama lain. Namun, sumber permintaan semakin terbatas. Persaingan sumber kebutuhan mendorong manusia untuk berkreasi dalam menciptakan alternatif sumber kebutuhan. D. Munculnya Pemberontakan atau Revolusi Perubahan sosial budaya dapat terjadi di luar masyarakat itu sendiri, termasuk penyebab yang timbul dari lingkungan fisik alam sekitar masyarakat, seperti bencana alam; dan perang. e. Dalam masyarakat dengan pengalaman sistem lapisan terbuka, sistem lapisan terbuka berubah lebih mudah daripada sistem lapisan tertutup. Masyarakat cenderung memberikan kesempatan kerja kepada orang-orang yang potensial. Sikap Apresiatif dan Promosi Sikap masyarakat yang ingin menghargai jasa orang lain mendorong orang untuk melakukan penelitian. Dengan demikian, akan dihasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. adalah. Mengembangkan sistem pendidikan formal Pendidikan berkualitas tinggi memiliki kekuatan untuk mengubah pikiran. Orang dengan pendidikan tinggi akan berpikir dan bertindak secara rasional. TIDAK. Orientasi ke masa depan Keinginan akan masa depan yang lebih baik menyebabkan perubahan sosial budaya masyarakat. Saya Akulturasi Akulturasi adalah pertemuan dua budaya yang berbeda bangsa dan saling mempengaruhi. Proses aktivasi panjang dan terus menerus. Proses ini mengarah pada peleburan budaya sehingga semua pola budaya berubah. J. Asimilasi Asimilasi adalah penggabungan dua budaya yang berbeda yang secara bertahap mengarah pada munculnya budaya baru. 2. Faktor penghambat perubahan sosial budaya Faktor penghambat perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut Perkembangan ilmu pengetahuan tertunda. Sikap masyarakat sangat tradisional. Kurangnya kontak dengan komunitas lain. Ada kepentingan yang mengakar di sini. Takut akan getaran integrasi budaya. Hambatan ideologis. Kebiasaan atau kebiasaan. Lawan hal-hal baru dan percayalah bahwa hidup itu buruk, sulit dan tidak mungkin diperbaiki. 3. Dampak Perubahan Sosial Budaya Faktor-faktor perubahan sosial budaya ini secara langsung maupun tidak langsung mempunyai pengaruh negatif dan positif. Jika perubahan yang terjadi bersifat positif, kita tidak perlu khawatir karena perubahan yang positif membawa hasil yang baik. Namun, kita harus berhati-hati terhadap dampak negatif yang dapat terjadi. A. Efek Positif Perubahan dapat terjadi ketika masyarakat dalam suatu budaya dapat beradaptasi dengan pergerakan perubahan. Jika keadaan masyarakat dengan kemampuan beradaptasi disebut adaptasi, maka cara masyarakat menyesuaikan diri dengan gerak perubahan disebut integrasi. B. Konsekuensi Negatif Konsekuensi negatif terjadi ketika orang dan budayanya gagal beradaptasi dengan gerakan perubahan. Ketidakmampuan beradaptasi terhadap perubahan disebut maladaptasi. Kegagalan membawa kehancuran. Penerimaan perubahan sosial budaya oleh masyarakat dapat dilihat dari perilaku masyarakat yang bersangkutan. Apabila perubahan sosial budaya tersebut tidak mempengaruhi keberadaan atau pelaksanaan nilai dan norma, maka perilaku masyarakat akan menjadi positif. Namun jika perubahan sosial budaya tersebut menyimpang atau dipengaruhi oleh nilai dan norma, maka perilaku masyarakat akan menjadi negatif. Contoh perilaku masyarakat yang berkaitan dengan perubahan sosial budaya adalah 1. Protes Protes adalah pemberontakan massal universal sebagai ekspresi ketidakpuasan terhadap keputusan dan peristiwa masyarakat. Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan Dan Ekonomi 2. Demonstrasi Demonstrasi adalah gerakan massa secara langsung dan terbuka, lisan atau tertulis dalam memperjuangkan keuntungan yang timbul dari ketidakabsahan sistem, perubahan konstitusi dan ketidakefektifan sistem yang ada. 3. Kenakalan Remaja Kenakalan remaja merupakan tindakan anti sosial yang dilakukan oleh remaja. Kenakalan remaja dapat muncul dari faktor tidak harmonisnya keluarga, sehingga anak bertindak melawan dan melanggar norma-norma keluarga. 4. Pidana Pidana adalah pelanggaran norma hukum yang dilakukan oleh seseorang dan diancam dengan pidana. Penyebab kejahatan adalah konflik budaya, perbedaan ideologi politik, perbedaan mental yang tidak stabil. 5. Pergolakan Daerah Pergolakan daerah adalah gerakan sosial vertikal dan horizontal yang disertai dengan berbagai modus pemaksaan diri. Z. Dampak Perilaku Kritis Perubahan Sosial Budaya Penerimaan perubahan sosial budaya oleh masyarakat dapat dilihat dari perubahan sikap masyarakat yang bersangkutan. Jika perubahan sosial budaya tersebut tidak mempengaruhi nilai dan norma dalam masyarakat, maka sikap masyarakat akan menjadi positif. Namun, jika perubahan sosial budaya tersebut menyimpang atau mempengaruhi nilai dan norma yang benar, maka sikap masyarakat akan menjadi negatif. Contoh sikap masyarakat terkait perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut 1. Protes adalah kejutan massal universal sebagai ekspresi ketidakpuasan terhadap keputusan dan peristiwa masyarakat. 2. Demonstrasi adalah gerakan massa langsung dan terbuka, serta lisan atau tertulis, dalam memperjuangkan keuntungan yang timbul dari penyimpangan sistemik, perubahan inkonstitusional dan inefisiensi sistem yang ada. 3. Kenakalan remaja adalah perilaku antisosial remaja. Kenakalan remaja muncul dari disfungsional keluarga karena kurangnya kontrol keluarga. Jenis kenakalan remaja antara lain membolos, berkelahi, mabuk-mabukan, ngebut di jalan raya. 4. Kejahatan adalah pelanggaran norma hukum yang dilakukan oleh seseorang dan dapat dipidana. Kejahatan muncul dari konflik budaya, perbedaan ideologi politik, dan perbedaan pendapat yang disebabkan oleh pola pikir yang tidak stabil. 5. Pergolakan daerah adalah gerakan sosial vertikal dan horizontal yang dilakukan secara serentak dengan berbagai cara untuk memaksakan kehendaknya. Perubahan sosial dan budaya mempengaruhi kehidupan secara positif dan negatif. Kita perlu menyadari hal-hal yang menyebabkan perubahan yang mengarah pada hal-hal negatif. Kita harus memiliki sikap tegas terhadap perubahan negatif. Kita dapat memberikan dampak positif dengan mengikuti nilai dan norma masyarakat. Dan yang dapat dilakukan terhadap pengaruh luar antara lain sebagai berikut. Menerima pengaruh positif dari budaya Barat, seperti rapi disiplin, belajar dengan baik, mempelajari berbagai ilmu dengan tekun. Perkuat dengan ilmu agama. Kenali, cintai dan lestarikan budayamu Perubahan sosial dalam masyarakat
ο»ΏTetapi apabila perubahan sosial budaya itu telah menyimpang / memengaruhi nilai & norma yang benar maka sikap masyarakat akan negatif. Contoh sikap masyarakat karena adanya perubahan sosial budaya; Kenalan remaja adalah suatu perbuatan anti sosial yang dilakukan oleh remaja.
Karel Marthen Eramuri Karel Marthen Eramuri Social Liaison Coordinator Workforce & External Relation Dept CSTS ChiyodaSaipemTripatraISAE di Saipem Diterbitkan 4 Des 2018 Perubahan sosial budaya merupakan sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi cara dan pola pikir masyarakat; faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi; dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Penerimaan masyarakat pada perubahan sosial budaya dilihat dari perubahan sikap masyarakat yang bersangkutan. Jika perubahan sosial budaya tersebut tidak mempengaruhi keberadaan nilai dan norma yang sudah ada di masyarakat maka sikap masyarakat akan positif. Namun, jika perubahan sosial budayanya tersebut menyimpang atau mempengaruhi nilai dan norma yang benar maka sikap masyarakat akan negatif. Contoh sikap masyarakat adanya perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut . Aksi protes adalah pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa tidak puas terhadap keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat. . Kenakalan remaja adalah suatu perbuatan antisosial yang dilakukan oleh anak remaja. Dimana kenakalan remaja muncul dari keluarga yang tidak harmonis karena disebabkan kurangnya pengawasan dalam keluarga. Bentukbentuk kenakalan remaja adalah membolos sekolah, berkelahi, minumminuman keras, dan mengebut di jalan raya. . Kriminalitas adalah pelangaran norma hukum yang dilakukan seseorang dan dapat diancam sangsi pidana. Kriminalitas adalah disebabkan oleh pertentangan kebudayaan, perbedaan ideologi politik, perbedaan pendapat dari mental yang tidak stabil. Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Dan Kebudayaan Perubahan sosial yang terjadi dalam masyarkat atas beberapa bentuk sebagai berikut 1. Perubahan Evolusi dan Revolusi a. Perubahan evolusi adalah perubahan - perubahan sosial yang terjadi dalam proses yang lambat dan dalam waktu yang cukup lama tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Perubahan ini terjadi karena adanya dorongan dari usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri terhadap kebutuhan - kebutuhan hidup terhadap perkembangan masyarakat pada waktu tertentu, misalnya, adanya modernisasi mengakibatkan perubahan pada sistem transportasi, dan sistem perbankan. 2. Perubahan revolusi adalah perubahan yang berlangsung secara cepat dan tidak ada kehendak atau direncanakan sebelumnya. Perubahan ini terjadi bisa karena sudah direncanakan sebelumnya atau tidak sama sekali. Revolusi biasanya diawali oleh ketegangan perubahan ini tidak dikehendaki masyarakat tetapi tidak sanggup untuk menghindarinya. 3. Perubahan kecil dan Besar Perubahan kecil dan besar memiliki batas-batas yang sangat relatif. Perubahan kecil diartikan perubahan yang terjadi pada unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, perubahan model pakaian, rambut, sepatu, dan lain-lain yang tidak berpengaruh signifikan terhadap masyarakat keseluruhan sebab tidak menimbulkan perubahan pada lembaga kemasyarakatan. Perubahan besar adalah sebuah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Contohnya, pengelolaan pertanian dengan pemakain alat pertanian dari mesin traktor pada masyarakat agraris merupakan perubahan yang membawa pengaruh besar, perubahan sosial budaya tidak mungkin terjadi dengan sendirinya. Perubahn sosial budaya dapat terjadi karena ada penyebabnya. Kemungkinan perubahan terjadi karena adanya sesuatu yang baru dan sesuatu yang lama dianggap tidak berfungsi lagi.
Berikutadalah faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan lingkungan sosial budaya, yaitu: 1. Faktor Geografis. Temperatur yang terlalu tinggi, adanya badai atau gempa bumi, memberi pengaruh pada manusia. Sedikit banyaknya sumber-sumber kekayaan alam akan sangat menentukan jenis kehidupan yang dialami.
ο»ΏDi antara dampak perubahan sosial budaya yang perlu diantisipasi atau dicegah sehingga tidak sampai menimbulkan kegoncangan- kegoncangan atau akibat-akibat yang jelek/negatif atau kurang menguntungkan bagi masyarakat, adalah dampak-dampak yang bersifat destruktif merusak atau negatif. Untuk itulah agar dampak yang kurang baik/negatif itu bisa dicegah atau dihilangkan, maka di sini dikemukakan beberapa alternatif penanggulangan atau pencegahannya antara lain 1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia SDM bangsa Salah satu ciri masyarakat terbelakang tradisional adalah kurangnya pengetahuan pendidikan dari masyarakat yang bersangkutan. Akibat dari rendahnya tingkat pendidikan dari masyarakat tradisional itu pula sehingga di dalam masyarakat tersebut sulit untuk menerima perubahan- perubahan yang datangnya dari luar. Selain itu, terjadinya ketertinggalan kebudayaan cultural lag yang dialami oleh suatu masyarakat khususnya masyarakat tradisional juga akibat tidak dikuasainya ilmu serta teknologi dari masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itulah pendidikan harus senantiasa diupayakan agar masyarakat menjadi maju atau pandai. Orang yang berpendidikan maju pandai biasanya akan berpikiran secara ilmiah, dan apabila masyarakat telah berpikiran secara ilmiah maka pada gilirannya akan dapat mencegah pula terjadinya "cultural lag" ketertinggalan kebudayaan. Pentingnya pendidikan ini, terlebih lagi di era global ini. Sebab salah satu faktor yang menyebabkan mengapa generasi muda kita mudah terombang ambing bahkan terseret oleh arus budaya global, yakni karena rendahnya kualitas pendidikan SDM yang dimilikinya. Oleh karena itulah raih dan tingkatkanlah kualitas pendidikan kita, terutama agar kita mampu bersaing dengan bangsa lainnya, serta memiliki modal yang kuat pula khususnya dalam menghadapi perubahan- perubahan sosial budaya, terlebih perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh arus globalisasi saat ini. 2. Memperkuat Nasionalisme Kesadaran Nasional Menurut pendapat Haas 1982, nasionalisme yang kuat dapat menjadi pilar terhadap pengaruh buruk dari perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Secara harfiah, nasionalisme berarti cinta tanah air dengan prinsip bahwa baik dan buruk adalah negeriku. Nasionalisme identik dengan perasaan atau semangat kesadaran bersama bahwa kita memiliki nilai bersama yang harus dijaga. Nasionalisme menunjuk pada totalitas kultur, sejarah, bahasa, psikologi, serta sentimen sosial lainnya yang menarik orang pada satu perasaan saling memiliki cita-cita maupun nilai kemasyarakatan. Namun begitu dalam pelaksanaannya, nasionalime tidak boleh disikapi secara kaku, atau merupakan kesetiaan yang buta. Dengan demikian, nasionalisme tetap perlu namun harus dilandasi dengan logika serta pikiran yang rasional. Kegiatan atau pelajaran bela negara, misalnya upacara bendera, pramuka, dan lain-lain. Dengan sikap semacam itu, maka nasionalisme diharapkan akan mampu menangkal perbedaan suku, adat-istiadat, ras, dan agama, namun juga tidak bersikap kaku dengan menganggap bahwa baik dan buruk adalah negara dan bangsaku. Sedangkan dalam kaitannya dengan budaya global, maka dengan adanya perasaan nasionalisme yang benar maka diharapkan kita akan dapat bersikap selektif. Artinya, kita akan mengambil menyerap terhadap nilai-nilai yang baik serta sebaliknya, meninggalkan nilai-nilai yang buruk karena tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa. 3. Berpegang Teguh Pada Norma-norma Sosial Di dalam agama terdapat beberapa aturan yang memberikan landasan kepada manusia untuk selalu menjalankan perilaku yang baik dan meninggalkan yang buruk. Sedangkan norma sosial juga memberikan rambu-rambu kepada manusia agar berperilaku yang baik, sopan, dan teratur, atau berperilaku yang sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota masyarakat. Untuk itulah maka dengan berpegang teguh pada aturan agama serta norma-norma sosial lainnya yang berlaku dalam masyarakat, maka manusia akan dapat diterima di lingkungannya. Sedangkan dalam kaitannya dengan pengaruh budaya global, maka dengan berpegang teguh pada norma-norma sosial serta agama tersebut, maka kita bangsa Indonesia akan memiliki landasan yang kuat tentang jati diri bangsa, sehingga pada akhirnya bukan hanya dapat memilih dan memilah berbagai informasi yang masuk, namun juga kita tidak akan terombang-ambing oleh arus budaya global yang masuk. Sumber Gambar Dengan berpegang teguh pada norma-norma sosial serta agama, kita akan memiliki landasan kuat tentang jati diri bangsa, sehingga mampu membentengi setiap masuknya pengaruh negatif akibat modernisasi serta perubahan-perubahan global 4. Menjunjung Nilai-nilai Budaya Bangsa Bangsa kita memiliki nilai budaya yang luhur, yang dapat dijadikan pilar utama guna menangkal pengaruh negatif yang diakibatkan oleh derasnya arus globalisasi pada saat ini. Di samping itu, nilai budaya bangsa juga dapat menjadi pendukung bagi nilai serta pengaruh asing yang sekiranya dapat membawa dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai nilai budaya bangsa yang positif yang perlu kita ikuti teladani, kita junjung tinggi, serta kita pertahankan itu misalnya "Pela Gandong" di Ambon untuk landasan kerukunan, pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing berlari" untuk simbul keteladanan, serta "silih-asih dan silih-asuh" untuk acuan pendidikan masyarakat. Bahkan, bukanlah tidak mungkin pula bahwa nilai-nilai budaya bangsa itu justru akan menjadi faktor pendukung sekaligus sebagai pilar bagi globalisasi terebut. Ketiga hal di atas merupakan beberapa faktor penangkal terhadap dampak negatif yang mungkin dapat muncul akibat pengaruh budaya global, dan sekaligus menjadi faktor pendukung pula untuk tetap kokoh dan kuatnya jati diri bangsa yang pada akhir-akhir mulai terancam bahkan telah memudar akibat serbuan budaya global. Sebagaimana kita rasakan, bahwa globalisasi telah menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia. Perlu kita ingatkan kembali bahwa globalisasi dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Jadi meskipun kita dapat mengambil keuntungan yang besar dari globalisasi, misalnya saja dari perkembangan iptek serta kema- juan di negara lain dampak positif, namun apabila kita tidak siap untuk menghadapinya maka dapat berubah menjadi dampak negatif yang akan kita perolehnya. Oleh karena itu, agar kita tidak tergilas begitu saja oleh arus budaya global serta tidak tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain di dunia, maka kita harus memper- siapkan diri dengan sebaik- baiknya, misalnya saja dengan membekalinya dengan pengeta- huan yang cukup, serta norma dan ideologi yang kuat. Dinamika Sosial Menurut Emil Salim, terdapat empat bidang kekuatan yang membuat dunia menjadi semakin transparan, yakni perkembangan iptek yang semakin canggih, perkembangan bidang ekonomi yang mengarah pada perdagangan bebas, serta issu lingkungan hidup dan politik Sedangkan HAR Tilaar, mengemukakan bahwa era keterbukaan secara khusus akan memasuki tiga area penting yakni ekonomi, politik, serta budaya, di mana ketiganya akan didukung pula oleh kekuatan bisnis dan teknologi sebagai tulang punggung globalisasi. Oleh karenanya ketiga bidang area itu akan menempatkan manuia dan lembaga-lembaganya pada berbagai tantangan, kesempatan, dan peluang. Analisis Sosial βMari tumbuhkan sikap kritis kalian!β Coba kalian amati kehidupan malam di daerahmu! Kemudian analisislah dengan kritis pertanyaan di bawah ini! 1. Fenomena apa yang kalian lihat dan analisislah!β 2. Apakah kalian setuju dengan fenomena tersebut? Jelaskan pendapat kalian! 3. Carilah cara untuk menanggulangi perubahan sosial ini! Rangkuman 1. Dampak perubahan sosial adalah suatu efek sosial yang diakibatkan oleh bentuk perubahan sosiak baik berupa perubahan negatif maupun perubahan positif. 2. Setiap perubahan sosial memiliki saluran-saluran yang berupa lembaga kemasyarakatan dalam bidang pemerintahan, ekonomi, pendidikan, agama, dan keluarga tergantung kebutuhan apa yang dicapai. 3. Dalam perubahan sosial ada 2 respon yang akan dilakukan oleh masyarakat yaitu penolakan terhadap unsur-unsur dari perubahan sosial dan penerimaan unsur-unsur dari perubahan sosial tersebut. 4. Dampak perubahan sosial mempunyai 3 kaitan yaitu disorganisasi dan reorganisasi, cultural lag, modernisasi dan globalisasi. 5. Cara penanggulangan terhadap dampak perubahan sosial adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat nasionalisme, berpegang teguh pada norma-norma sosial dan menjunjung nilai-nilai budaya bangsa. Uji Kompetensi A. Pilihlah jawaban yang paling benar dengan memberi tanda silang X pada huruf a, b, c,d atau e! 1. Saluran-saluran perubahan sosial dan kebudayaan merupakan saluran-saluran yang dilalui oleh suatu proses perubahan dalam masyarakat yang pada umumnya adalah melalui . . . . a. lembaga masyarakat d. agent of change b. adat-istiadat e. proses sosialisasi c. norma dan nilai 2. Suatu lembaga kemasyarakatan yang menjadi titik tolak perubahan, tergantung kepada . . . masyarakat pada suatu masa tertentu. a. channel of change d. cultural lag b. agent of change e. social culture c. cultural focus 3. Agar sesuatu perubahan dapat dikenal, diterima, diakui, serta dipergunakan oleh khalayak ramai, maka harus melalui proses yang disebut . . . . a. internalisasi d. modernisasi b. institusionalisasi e. indoktrinasi c. sosialisasi 4. Terciptanya keseimbangan atau harmoni dalam masyarakat merupakan keadaan yang sangat diidam-idamkan oleh setiap masyarakat, keadaan semacam itu diistilahkan pula dengan nama . . . . a. social contact d. social equilibrium b. social culture e. social value c. social change 5. Dalam kaitannya dengan ketertinggalan kebudayaan, biasanya yang lebih menyolok adalah yang menyangkut . . . . a. alam pikiran b. perilaku manusia c. kondisi psikologis d. masalah kesejahteraan 6. Istilah lembaga kemasyarakatan sebagai saluran perubahan sosial, merupakan terjemahan langsung dari istilah asing, yaitu . . . . a. Social Organization d. Social Anomie b. Social Institution e. Soziale Gebilde c. Social Change 7. Lembaga kemasyarakatan adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat, sebagaimana dikemukakan oleh . . . . a. Soerjono Soekanto d. Sartono Kartodirdjo b. Soelaeman Soemardi e. Koentowijoyo c. Koentjaraningrat 8. Dampak perubahan akibat globalisasi yang paling terasa bagi kehidupan manusia terutama pada bidang . . . . a. ekonomi d. budaya b. politik e. agama c. sosial 9. Menurut Har Tilaar, dalam bidang budaya munculnya globalisasi akan berdampak positif berupa lahirnya masyarakat . . . . a. terbuka d. sadar hukum b. demokratis e. global c. mega kompetisi 10. Nasionalisme dapat membentengi pengaruh buruk dari perkembangan teknologi, namun nasionalisme di sini hendaklah yang dilandasi oleh . . . . a. pikiran rasional d. sikap totalitas b. pikiran irasional e. logika hukum c. logika matematika B. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas! 1. Mengapa lembaga-lembaga kemasyarakatan yang pada suatu saat tertentu mendapatkan penilaian tertinggi dari masyarakat akan cenderung untuk menjadi sumber saluran utama perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan? 2. Mengapa perubahan-perubahan pada lembaga kemasyarakatan akan membawa akibat pula pada lembaga-lembaga kemasyara- katan lainnya? 3. Apakah fungsi saluran-saluran perubahan bagi terjadinya perubahan-perubahan sosial dalam masyarakat? 4. Apa yang dimaksudkan dengan terciptanya suatu keadaan keseimbangan dalam masyarakat? 5. Jelaskan sejumlah respon individu dan masyarakat atas terjadinya perubahan-perubahan sosial yang diakibatkan oleh munculnya unsur-unsur asing atau luar dari individu atau masyarakat yang bersangkutan? Proyek βAyo kembangkan kreativitas kalian!β Prosedur kerja yang harus dilalui Siswa secara kelompok maksimal 5 orang mengerjakan tugas untuk mengamati fenomena sosial dampak perubahan-perubahan sosial dan budaya global yang terjadi di sekitar tempat tinggalnya. Dengan bimbingan dan arahan guru, maka sebelum menuju ke lapangan siswa merumuskan sejumlah masalah yang akan dicoba untuk dicari pemecahannya. Adapun sejumlah masalah yang akan dicari pemecahannya adalah seputar 1. Beberapa dampak negatif perubahan-perubahan global dampak secara umum, seperti terhadap lingkungan alam, sosial, fisik serta kejiwaan, dan lain-lain. 2. Perubahan sikap dan perilaku generasi muda akibat pengaruh budaya global. 3. Beberapa alternatif pemikiran/gagasan langkah-langkah tindakan guna mengatasi semakin memudarnya eksistensi budaya bangsa jatidiri bangsa akibat perubahan-perubahan sosial dan budaya global. Untuk menjawab sejumlah pertanyaan tersebut, siswa diminta untuk terjun ke lapangan dan mencatat hal-hal penting berkaitan dengan dampak negatif perubahan-perubahan sosial dan budaya global, khususnya bagi kehidupan manusia. Kegiatan pengamatan lapangan akan disertai pula dengan mewawancarai beberapa orang sebagai informan. Untuk sumber informan diupayakan untuk lebih banyak mewawancarai generasi muda remaja, sebab kelompok inilah yang paling banyak kena pengaruh akibat perubahan- perubahan budaya global.
Perubahan sarana dan prasarana - Adanya perubahan sosial dan budaya 10 Skor Maksimum 10 3 Perubahan teknologi pendidikan,contohnya becak tenaga manusia sekarang ditemui becak bermotor perubahan pada alat/ media komunikasi,contoh dulu berkomunikasi menggunakan surat sekarang berkomunikasi lebih mudah menggunakan sosial media,email. 10
Baiq Dian Apriliani, ISBD, Farmasi, Dr. Taufiq Ramdani,
Salahsatu sikap dan perilaku dalam rangka menghadapi perubahan sosial budaya yaitu memperkokoh nilai-nilai karakter budaya bangsa. Globalisasi menyebabkan perubahan budaya. Imam Gunawan dalam jurnal Mengembangkan Karakter Bangsa Berdasarkan Kearifan Lokal (2014), proses lintas budaya ( trans-cultural ) dan silang budaya ( cross cultural
Di antara dampak perubahan sosial budaya yang perlu diantisipasi atau dicegah sehingga tidak sampai menimbulkan kegoncangankegoncangan atau akibat-akibat yang jelek/negatif atau kurang menguntungkan bagi masyarakat, adalah dampak-dampak yang bersifat destruktif merusak atau negatif. Untuk itulah agar dampak yang kurang baik/negatif itu bisa dicegah atau dihilangkan, maka di sini dikemukakan beberapa alternatif penanggulangan atau pencegahannya antara lain 1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia SDM bangsa Salah satu ciri masyarakat terbelakang tradisional adalah kurangnya pengetahuan pendidikan dari masyarakat yang bersangkutan. Akibat dari rendahnya tingkat pendidikan dari masyarakat tradisional itu pula sehingga di dalam masyarakat tersebut sulit untuk menerima perubahanperubahan yang datangnya dari luar. Selain itu, terjadinya ketertinggalan kebudayaan cultural lag yang dialami oleh suatu masyarakat khususnya masyarakat tradisional juga akibat tidak dikuasainya ilmu serta teknologi dari masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itulah pendidikan harus senantiasa diupayakan agar masyarakat menjadi maju atau pandai. Orang yang berpendidikan maju pandai biasanya akan berpikiran secara ilmiah, dan apabila masyarakat telah berpikiran secara ilmiah maka pada gilirannya akan dapat mencegah pula terjadinya "cultural lag" ketertinggalan kebudayaan. Pentingnya pendidikan ini, terlebih lagi di era global ini. Sebab salah satu faktor yang menyebabkan mengapa generasi muda kita mudah terombang ambing bahkan terseret oleh arus budaya global, yakni karena rendahnya kualitas pendidikan SDM yang dimilikinya. Oleh karena itulah raih dan tingkatkanlah kualitas pendidikan kita, terutama agar kita mampu bersaing dengan bangsa lainnya, serta memiliki modal yang kuat pula khususnya dalam menghadapi perubahanperubahan sosial budaya, terlebih perubahan-perubahan yang diakibatkan oleh arus globalisasi saat ini. 2. Memperkuat Nasionalisme Kesadaran Nasional Menurut pendapat Haas 1982, nasionalisme yang kuat dapat menjadi pilar terhadap pengaruh buruk dari perkembangan teknologi yang pesat saat ini. Secara harfiah, nasionalisme berarti cinta tanah air dengan prinsip bahwa baik dan buruk adalah negeriku. Nasionalisme identik dengan perasaan atau semangat kesadaran bersama bahwa kita memiliki nilai bersama yang harus dijaga. Nasionalisme menunjuk pada totalitas kultur, sejarah, bahasa, psikologi, serta sentimen sosial lainnya yang menarik orang pada satu perasaan saling memiliki cita-cita maupun nilai kemasyarakatan. Namun begitu dalam pelaksanaannya, nasionalime tidak boleh disikapi secara kaku, atau merupakan kesetiaan yang buta. Dengan demikian, nasionalisme tetap perlu namun harus dilandasi dengan logika serta pikiran yang rasional. Kegiatan atau pelajaran bela negara, misalnya upacara bendera, pramuka, dan lain-lain. Dengan sikap semacam itu, maka nasionalisme diharapkan akan mampu menangkal perbedaan suku, adat-istiadat, ras, dan agama, namun juga tidak bersikap kaku dengan menganggap bahwa baik dan buruk adalah negara dan bangsaku. Sedangkan dalam kaitannya dengan budaya global, maka dengan adanya perasaan nasionalisme yang benar maka diharapkan kita akan dapat bersikap selektif. Artinya, kita akan mengambil menyerap terhadap nilai-nilai yang baik serta sebaliknya, meninggalkan nilai-nilai yang buruk karena tidak sesuai dengan nilai budaya bangsa. 3. Berpegang Teguh Pada Norma-norma Sosial Di dalam agama terdapat beberapa aturan yang memberikan landasan kepada manusia untuk selalu menjalankan perilaku yang baik dan meninggalkan yang buruk. Sedangkan norma sosial juga memberikan rambu-rambu kepada manusia agar berperilaku yang baik, sopan, dan teratur, atau berperilaku yang sesuai dengan ketentuan dan aturan yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota masyarakat. Untuk itulah maka dengan berpegang teguh pada aturan agama serta norma-norma sosial lainnya yang berlaku dalam masyarakat, maka manusia akan dapat diterima di lingkungannya. Sedangkan dalam kaitannya dengan pengaruh budaya global, maka dengan berpegang teguh pada norma-norma sosial serta agama tersebut, maka kita bangsa Indonesia akan memiliki landasan yang kuat tentang jati diri bangsa, sehingga pada akhirnya bukan hanya dapat memilih dan memilah berbagai informasi yang masuk, namun juga kita tidak akan terombang-ambing oleh arus budaya global yang Menjunjung Nilai-nilai Budaya Bangsa Bangsa kita memiliki nilai budaya yang luhur, yang dapat dijadikan pilar utama guna menangkal pengaruh negatif yang diakibatkan oleh derasnya arus globalisasi pada saat ini. Di samping itu, nilai budaya bangsa juga dapat menjadi pendukung bagi nilai serta pengaruh asing yang sekiranya dapat membawa dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Berbagai nilai budaya bangsa yang positif yang perlu kita ikuti teladani, kita junjung tinggi, serta kita pertahankan itu misalnya "Pela Gandong" di Ambon untuk landasan kerukunan, pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing berlari" untuk simbul keteladanan, serta "silih-asih dan silih-asuh" untuk acuan pendidikan masyarakat. Bahkan, bukanlah tidak mungkin pula bahwa nilai-nilai budaya bangsa itu justru akan menjadi faktor pendukung sekaligus sebagai pilar bagi globalisasi terebut. Ketiga hal di atas merupakan beberapa faktor penangkal terhadap dampak negatif yang mungkin dapat muncul akibat pengaruh budaya global, dan sekaligus menjadi faktor pendukung pula untuk tetap kokoh dan kuatnya jati diri bangsa yang pada akhir-akhir mulai terancam bahkan telah memudar akibat serbuan budaya global. Sebagaimana kita rasakan, bahwa globalisasi telah menimbulkan dampak yang luar biasa bagi kehidupan umat manusia. Perlu kita ingatkan kembali bahwa globalisasi dapat menimbulkan dampak positif dan negatif. Jadi meskipun kita dapat mengambil keuntungan yang besar dari globalisasi, misalnya saja dari perkembangan iptek serta kemajuan di negara lain dampak positif, namun apabila kita tidak siap untuk menghadapinya maka dapat berubah menjadi dampak negatif yang akan kita perolehnya. Oleh karena itu, agar kita tidak tergilas begitu saja oleh arus budaya global serta tidak tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain di dunia, maka kita harus mempersiapkan diri dengan sebaikbaiknya, misalnya saja dengan membekalinya dengan pengetahuan yang cukup, serta norma dan ideologi yang kuat.
PerilakuMasyarakat Adanya Perubahan Sosial Budaya. Contoh Perilaku masyarakat karena adanya. perubahan sosial budaya adalah sebagai berikut. 1. Aksi protes. Aksi protes adalah. pergolakan massa yang bersifat umum sebagai perwujudan rasa tidak puas terhadap. keputusan-keputusan dan kejadian di masyarakat. 2.
Perubahan sosial budaya akan selalu terjadi di masyarakat dan dapat membawa dampak yang besar terhadap lingkungan kita sadari, perubahan sosial budaya mengalami pergerakan disetiap waktunya. Mulai dari perubahan cara berfikir, perubahan perilaku, perubahan cara bergaul, dan perubahan β perubahan tersebut akan terus sosial budaya tidak hanya dapat dilihat dari satu orang, melainkan lebih menyangkut kepada seluruh Perubahan Sosial Budaya Secara UmumPengertian Perubahan Sosial Budaya Menurut Para AhliProses TerjadinyaFaktorContohDampakPerubahan sosial budaya secara umum adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat yang di dalamnya terdapat perubahan nilai β nilai dan tata cara kehidupan dari tradisional menjadi Perubahan Sosial Budaya Menurut Para AhliSelain pengertian secara umum terdapat juga pengertian perubahan sosial budaya menurut para ahli yang dapat menambah gagasan mengenai pengertian secara umumnya. Diantaranya adalah sebagai berikut ini 1. Max WeberPerubahan sosial budaya menurut Max Weber adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur β unsur yang ada di tersebut ditulis dalam bukunya yang berjudul Sociological Writings2. W. KornblumPerubahan sosial budaya menurut W. Kornblum adalah perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu yang cukup Kingsley DavisPerubahan sosial budaya menurut Kingsley Davis adalah perubahan yang mencakup segenap cara berpikir dan bertingkah laku, yang timbul karena adanya interaksi yang bersifat J. L Gillin dan J. P GillinPerubahan sosial budaya menurut J. L Gillin dan J. P Gillin adalah variasi dari mode atau cara β cara hidup yang telah karena perubahan kondisi geografis, dalam kebudayaan materil, komposisi penduduk atau ideologi, maupun disebabkan oleh difusi atau penemuan β penemuan baru dalam suatu Selo SoemardjanPerubahan sosial budaya menurut Selo Soemardjan adalah semua perubahan yang terjadi pada lembaga β lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat. Di mana perubahan tersebut memengaruhi sistem sosial yang dimaksud mencakup nilai β nilai dan pola β pola perilaku di antara kelompok β kelompok di dalam TerjadinyaSecara umum ada 3 proses terjadinya perubahan sosial budaya, yaitu 1. AkulturasiAkulturasi adalah proses bertemnnya dua atau lebih budaya, dimana unsur β unsur budaya lama masih AsimilasiAsimilasi adalah proses bertemunya dua atau lebih budaya yang bercampur dan menghasilkan budaya tidak seperti akulturasi yang masih ada unsur lamanya. Jadi bisa disimpulkan bahwa budaya yang lama sudah pasti hilang. Proses asimilasi ini berlangsung lama dan terus DifusiDifusi adalah proses penyebaran unsur budaya dari satu orang ke orang lain atau dari satu kelompok masyarat ke kelompok masyarakat kebudayaan itu pertama β tama akan diambil alih oleh masyarakat yang paling dekat hubungannya dari sumber kebudayaan baru kemudian, kebudayaan baru tersebut diambil oleh masyarakat yang jauh hubungannya dari sumber kebudayaan baru 2 faktor dalam perubahan sosial budaya, yaitu faktor pendorong dan faktor Faktor Pendorong Perubahan Sosial BudayaKontak langsung dengan kebudayaan masyarakat yang masyarakat terhadap bidang β bidang kehidupan pendidikan yang semakin lama semakin menghargai hasil karya orang lain dan keinginan kuat untuk ada keinginan untuk memperbaiki tingkat kehidupan, artinya tidak mudah menyerah pada pelapisan masyarakat yang berorientasi hidup ke masa terhadap perbuatan β perbuatan yang Faktor Penghambat Perubahan Sosial BudayaKurangnya hubungan langsung dengan masyarakat masyarakat yang sangat ilmu pengetahuan yang prasangka buruk terhadap hal β hal baru yang baru takut akan terjadi keguncangan hambatan yang bersifat ideologis, adat, maupun anggapan bahwa pada hakikatnya hidup ini buruk dan tidak mungkin diperbaiki, artinya mudah menyerah pada masyarakat terdapat kepentingan β kepentingan yang telah tertanam dengan kuat vested interest.Contoh1. Gaya HidupGaya hidup dari kebanyakan orang akan selalu mengalami perubahan disetiap orang yang berubah menjadi lebih baik dengan gaya hidup seperti mejadi tetapi ada pula orang yang sesat dengan gaya hidup seperti mengkonsumsi minuman keras dan obat β obatan Pola HidupSemakin kesini masyarakat lebih memilih membeli sesuatu dibandingkan dengan membuat saja ini semua terjadi karena kita terlena dengan teknologi canggih yang ada saat PerilakuBanyak anak β anak yang suka membantah atau tidak mau menuruti orang tua Cara BerkomunikasiCara berkomunikasi adalah perubahan sosial budaya yang cukup besar pengaruhnya di dalam kehidupan berkomunikasi mengalami perubahan karena berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat dari tahun ke zaman dahulu kita melakukan komunikasi dengan surat β menyurat yang membutuhkan waktu yang cukup sekarang kita dapat dengan mudah berkomunikasi, yaitu hanya menggunakan ponsel pintar kita sudah dapat berkomunikasi secara kilat dengan berbagai media aplikasi yang ada di PendidikanJika dulu kita belajar hanya dapat melalui sekolahan saja, sedangkan saat ini kita dapat belajar melalui mana banyak bertebaran di media sosial. Bahkan saat ini banyak sekolah β sekolah yang sudah menyediakan komputer untuk media BahasaBanyak masyarakat yang kurang peduli dengan bahasa daerah mereka. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan bahasa sehari β hari yang digunakan BudayaSudah banyak contoh budaya yang berubah akibat perubahan sosial budaya, dari perayaan yang sebelumnya tidak ada di Indonesia seperti valentine, budaya merayakan ulang tahun dan itu banyak anak muda yang suka budaya kebarat β baratan atau westernisasi. Westernisasi sendiri sudah bukan hal yang langka untuk dijumpai di KesenianKarena banyaknya berbagai kesenian yang masuk dari luar negeri, beberapa kesenian asli dari Indonesia sudah jarang kesenian asli dari Indonesia juga masih ada yang populer dan dilestarikan hingga saat Kepercayaan ReligiPada zaman dahulu orang Indonesia berpegang teguh pada ajaran nenek moyang atau leluhur mereka yang telah sekarang mereka mengedepankan logika dan dengan bukti β bukti yang telah PakaianMasyarakat mulai mengubah cara berpakaian mereka karena pengaruh modernisasi dan globalisasi yang masyarakat memakai baju tradisional atau baju adat dari masing β masing sekarang masyarakat memakai baju bisa karena mengikuti trend atau sekedar ingin mengenakan sesuai selera Model RambutBanyak pelajar yang suka mencontoh artis idola mereka sehingga menimbulkan efek βhitzβ dalam pergaulan juga harus dalam pengawasan yang pas supaya apa yang mereka lakukan tidak Tempat tinggalRumah daerah sepertinya sudah jarang ditemui. Sekarang banyak masyarakat yang sudah beralih dari rumah daerah menjadi rumah modern ataupun gedung MusyawarahMasyarakat Indonesia pada zaman dahulu lebih memilih untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan cara anggota masyarakat yang datang akan memberikan pendapat dan juga dalam musyawarah tersebut akan mengambil keputusan dari yang disepakati saat ini musyawarah sudah cenderung Sopan SantunKarena kondisi lingkungan maupun background keluarga, sopan santun seseorang bisa dulunya memiliki rasa sopan santun, sekarang rasa sopan santun tersebut sudah mulai Masyarakat Semakin KritisKarena teknologi informasi yang sudah sangat berkembang mulai dari media cetak online maupun offline yang banyak beredar, maka masyarakat harus bisa mengolah informasi yang ada dengan fakta yang memang benar β benar EkonomiSaat ini masyarakat lebih memilih berlibur ke luar negeri dibandingkan berlibur di dalam negeri. Membeli barang merk luar negeri dibanding barang dari negara IndustriMunculnya revolusi industri membawa perubahan besar, banyak ketimpangan, pengangguran, dan gerakan sosialis juga masih banyak PertanianAda petani yang cerdas memanfaatkan perubahan sosial budaya dengan cara meningkatkan produktifitas kerjanya dengan teknologi yang sudah berkembang namun ada pula yang itu kasus di Indonesia bisa dibilang dalam sektor pertanian sangat menurun karena cenderung suka membeli produk dari negara lain dibandingkan dengan produk PermainanDalam hal permainan juga ditemukan banyak kasus permainan asli Indonesia yang hilang, seperti permainan congklak ataupun lebih banyak yang memilih bermain online game seperti mobile legent ataupun game β game Emansipasi WanitaEmansipasi wanita semakin berkembang, di Indonesia tempo dulu wanita hanya berperan sebagai pendukung rumah tangga yang kerjaanya di rumah mereka bisa bekerja sesuai kemampuan sosial budaya memberikan dampak tersendiri secara langsung maupun tidak langsung. Hal tersebut juga didukung akibat modernisasi dan globalisasi yang 2 dampak perubahan sosial dan budaya, yaitu dampak positif dan dampak Dampak Positif Perubahan Sosial BudayaEratnya integrasi yang semakin pikir yang lebih maju atau tidak nilai dan tata kehidupan yang lebih baik dari sikap menghargai waktu dan mau bekerja sistem pembagian pekerjaan antara pria dengan wanita menurut kemampuan kecilnya tingkat diskriminasi terhadap Dampak Negatif Perubahan Sosial BudayaMunculnya perilaku hidup moral atau pergaulan bebas yang tidak patut ketertinggalan individualis atau sikap dapat hidup yang dapat kami sampaikan mengenai pengertian, proses terjadinya, faktor, contoh, dan dampak yang disebabkan oleh perubahan sosial budaya.
.