Tetapmelakukan laktasi dengan pompa, bedrest, pemberian cairan yang cukup, antenyeri, antiinflamasi dan antibiotic (enisilin dan Sefalosporin). dan keluarga dari segi fisiologi, emosional, dan social. Pada masa pascapersalinan, hal - hal yang diperlukan oleh seorang ibu adalah sebagai berikut: A. Informasi dan konseling tentang
Perubahan anatomi payudara pada ibu hamil trimester 1 2 3 Akibat pengaruh estrogen terjadi hiperplasia sistem duktus dan jaringan interstisial payudara. Hormon laktogenik plasenta diantaranya somatomammotropin menyebabkan hipertrofi dan pertambahan sel-sel asinus payudara, serta meningkatkan produksi zat-zat kasein, laktoalbumin, laktoglobulin, sel-sel lemak, kolostrum. Mammae membesar dan tegang, terjadi hiperpigmentasi kulit serta hipertrofi kelenjar Montgomery, terutama daerah areola dan papilla akibat pengaruh melanofor. Puting susu membesar dan menonjol
BABII ISI Struktur Payudara dan Fisiologi Laktasi A. Struktur payudara Anatomi payudara Payudara (mammae, susu) adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram
Berdasarkanobjek kajiannya dikenal fisiologi manusia, fisiologi tumbuhan, dan fisiologi hewan, meskipun prinsip fisiologi bersifat universal, tidak bergantung pada jenis organisme yang dipelajari. Sebagai contoh, apa yang dipelajari pada fisiologi sel khamir dapat pula diterapkan sebagian atau seluruhnya pada sel manusia (Sritomo, 1993).
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahnat-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas kelompok biologi reproduksi yang berjudul pembahasan berjudul Struktur payudara dan Fisiologi laktasi dengan tepat pada waktu yang telah di berikan. Besar harapan kami semoga makalah ini dapat membantu kita dalam mempelajari dan memahami tentang payudara dan fisiologi laktasi. Namun kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari rempurna. Oleh karena itu kritik dan saran sangat kami harapkan demi tercapainya perbaikan ataupun kekurangan dalam makalah ini. Demikian ini saya sampaikan . Terima Kasih Jayapura, 11 Juni 2010 Penyusun Kelompok i DAFTAR ISI Lembar judul ................................................................................................................ Kata pengantar ............................................................................................................. i Daftar isi ...................................................................................................................... ii Bab I. Pendahuluan A. Latar belakang ........................................................................................................ 1 B. Ruang lingkup ........................................................................................................ 1 C. Maksud dan tujuan ................................................................................................. 2 Tujuan umum ......................................................................................................... 2 Tujuan khusus ........................................................................................................ 2 Bab II. Pembahasan Struktur payudara A. Pengertian payudara ........................................................................................ 3 B. Anatomi payudara ........................................................................................... 3 C. Struktur makroskopis ....................................................................................... 3 D. Struktur mikroskopis ....................................................................................... 5 E. Tahap-tahap perkembangan payudara ............................................................. 6 F. Kolostrum ........................................................................................................ 7 Fisiologi laktasi A. Produksi air susu .................................................................................................. 8 B. Pengeluaran air susu ............................................................................................. 9 C. Pemeliharaan laktasi ............................................................................................ 10 D. Susunan air susu Ibu ............................................................................................ 10 Bab III. Penutup A. Kesimpulan .......................................................................................................... 12 B. Saran .................................................................................................................... 13 Bab IV. Daftar pustaka ............................................................................................ 14 ii BAB. I PENDAHULUAN A. Latar belakang Kelnejar mama / payudara buah dada adalah perlengkapan organ refroduksi pada wanita dan mengeluarkan air susu. pada organ laki – laki kelenjar ini budi menter. Bentuk buah dada cembung kedepan dengan putting ditengahnya, yang terdiri atas kulit dan jaringan erektil dan berwarna tua payudara terletak dibawah kulit dan diatas otot dada merupakan perubahan dari kelenjar payudara, kelenjar susu dapat membentangkan dari sekitar lipatan paha sampai dada. Payudara dewasa bertnya kira-kira 200 grm, yang kiri umumnya lebih besar dari yang kana. Pada waktu hamil payudara membesar, mencapai 600 grm dan pada ibu menyusui 800grm selama 9 bulan kehamilan, jaringan payudara tumbuh dan menyiapkan fungsinya untuk menyediakan makanan bagi bayi baru lahir. Setiap manusia pada umumnya mempunyai payudara, tetapi antara laki-laki dan perempuan berbeda dalam fungsinya. Payudara yang matang adalah salah satu tanda kelamin sekunder dari seorang gadis dan merupakan salah satu organ yang indah dan menarik. Untuk mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya, maka organ ini menjadi sumber utama dari kehidupan, karena air susu Ibu ASI adalah makanan bayi yang paling penting pada bulan-bulan pertama kehidupan. Menjelang akhir kehamilan, kelenjar mamae Ibu berkembang penuh untuk menyusui, tetapi hanya beberapa mililiter cairan di sekresi setiap hari sampai setelah bayi di lahirkan cairan ini di namakan kolostrum. ASI Air Susu Ibu merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. B. Ruang lingkup v Payudara § Bagaimana struktur anatomi payudara wanita ? § Bagimana struktur makroskopis dan mikroskopis payudara wanita ? § Bagaimana tahap perkembangan payudara ? § Apa yang dimaksud dengan kolostrum ? 1 v Fisiologi laktasi § Produksi air susu § Pengeluaran air susu § Pemeliharaan laktasi § Susunan air susu Ibu C. Maksud dan tujuan v Tujuan umum Ø Payudara - Agar dapat menambah wawasan dan mengenal lebih dalam lagi payudara kita. - Dan apa yang kita pelajari dan amati bisa membantu kepada setiap orang yang bermasalah dalam organ mamaenya masing- masing. Ø Fisiologi laktasi - Agar kita dapat mengetahui betapa penting laktasi - Mengetahui bagaimana proses dan perawatan laktasi v Tujuan khusus v Struktur payudara Agar kita dapat mengetahui tentang payudara dan susunan-susunan payudara sehingga kita atau seprang Ibu dapat merawat dan menjaga kesehatan payudaranya. v Fisiologi laktasi Khususnya seorang Ibu agar mengetahui tentang kolostrum dan kandungan gizi yang terdapat dalam ASI. 2 BAB. II PEMBAHASAN Struktur payudara A. Pengertian payudara Payudara adalah Organ tubuh yang terletak bagian bawah kulit dan di atas otot dada. Fungsi dari payudara adalah memproduksi susu untuk nutrisi bayi. Manusia mempunyai sepasang kelenjar payudara, yang beratnya kurang lebih 200 gram, saat hamil 600 gram dan saat menyusui 800 gram. B. Anatomi payudara Kelenjar mama atau payudara buahdada adalah perlengkapan pada organ reproduksi pada wanita dan mengeluarkan air susu. Pada orang laki-laki kelenjar ini rudimenter Buah dada terletak di dalam fasia superfisialis di daerah pektoral antara sternum dan axila dan melebar dari kira-kira iga kedua atau ketiga sampai ke iga keenam atau ketujuh. Berwt dan ukuran buahdada berlain-lainan. Pada masa pubertas membesar, dan bertambah besar selama hamil dan sesudah melahirkan, dan menjadi atrofik pada usia lanjut. Bentuk buahdada cembung ke depan dengan putting di tengahnya, yang terdiri atas kulit dan jaringan erektil dan berwarna tua. Konstituen utama payudara adalah sel kelenjar disertai duktus terkait serta jaringan lemak dan jaringan ikat dalam jumlah bervariasi. Payudara dibagi menjadi bagian atai lobus oleh septum fibrosa, yang berjalan dari belakang puting payudara ke arah otot pektoralis. C. Struktur makroskopis payudara Struktur makrokopis mencangkup kauda aksilaris jaringan payudara yang meluas ke arah aksila, areola daerah lingkaran yang terdiri dari kulit yang longgar dan mengalami pigmentasi, masing-masing payudara bergaris tengah kira-kira 2,5 cm. 3 Pada payudara terdapat tiga bagian utama, yaitu Korpus badan yaitu bagian yang membesar. Areola yaitu bagian yang kehitaman di tengah. Papilla atau puting yaitu bagian yang menonjol di puncak payudara. Gambar. Anatomi payudara Korpus § Alveolus, yaitu unit terkecil yang memproduksi susu. Bagian dari alveolus adalah sel Aciner, jaringan lemak, sel plasma, sel otot polos dan pembuluh darah. § Lobulus, yaitu kumpulan dari alveolus. § Lobus, yaitu beberapa lobulus yang berkumpul menjadi 15-20 lobus pada tiap payudara. ASI disalurkan dari alveolus ke dalam saluran kecil duktulus, kemudian beberapa duktulus bergabung membentuk saluran yang lebih besar duktus laktiferus. Areola § Sinus laktiferus, yaitu saluran di bawah areola yang besar melebar, akhirnya memusat ke dalam puting dan bermuara ke luar. Di dalam dinding alveolus maupun saluran-saluran terdapat otot polos yang bila berkontraksi dapat memompa ASI keluar. 4 Papilla § Bentuk puting ada empat, yaitu bentuk yang normal, pendek/ datar, panjang dan terbenam inverted. Puting payudara dikelilingi oleh areola mamae , suatu daerah berpigmen yang ukurannya bervariasi, yang bertambah gelap saat hamil serta kaya akan pasokan pembuluh darah dan serat saraf sensorik. Disekitar puting payudara terdapat tuberkel Montgomeri, kelenjar sebasea yang mengalami hipertrofi dan menjadi menonjol saat hamil, menghasilkan pelumas dan memberi perlindungan. Pemakaian sabun dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kerusakan puting payudara, terutama kekeringan dan retak. Kepekaan puting payudara dan daerah di sekitarnya sangat meningakt segera setelah persalinan. Persiapan menyebabkan influks implus saraf aferen ke hipotalamus yang mengontrol laktasi dan perilaku ibu. Ada empat macam bentuk puting susu Namun, bentuk- bentuk puting ini tidak selalu berpengaruh pada proses laktasi, karena pada dasarnya bayi menyusu pada payudara ibu bukan pada puting. Pada beberapa kasus dapat terjadi dimana putting tidak lentur, terutama pada bentuk puting tebenam, sehingga butuh penanganan khusus. D. Struktur mikroskopis payudara Payudara terutama tersusun atas jaringan kelenjar tetapi juga mengandung jaringan lemak dan di tutupi oleh kulit. Masing-masing payudara terdiri dari 15 sampai 20 lobus, yang dipisahkan oleh jaringan ikat. Struktur di dalamnya menyerupai segmen buah anggur atau jeruk yang di belah. 5 Setiap lobus merupakan satu unit fungsional yang berisi dan tersusun atas bangunan sebagai berikut § Alveoli mengandung sel-sel yang menyekresi susu, sel-sel tersebut di sebut sel aasini. § Tubulus laktiferus saluran kecil di bawah alveoli § Duktus laktiferus saluran sentral yang merupakan muara beberapa tubulus laktiferus § Ampula bagian dari duktus laktiferus yang melebar merupakan tempat penyimpanan air susu Fungsi payudara terutama di kendalikan oleh aktivitas hormon tetapi di persarafi oleh cabang-cabang nervus torakalis. Selain itu terdapat juga saraf simpatis, terutama di sekitar areola dan papila mamae. E. Tahap-tahap perkembangan payudara Payudara di mulai dari kehidupan intrauterin, yaitu pada minggu ke-4 kehidupan intrauterin. Saat lahir payudara akan membesar pada hari pertama kehidupan yang di sebabkan karena penarikan hormon maternal dari aliran darah bayi yang di sertai dengan sekresi air susu. Pada periode neonatal tidak terdapat aktivitas jaringan payudara, tetapi akan muncul pada masa pubertas karena terjadi peningkatan kadar hormon estrogen yang merangsang pertumbuhan pembuluh laktiferus dan papila serta areola mamae. 6 Peningkatan kadar progesteron memacu ploriferasi alveoli. Jumlah jaringan lemak dan fibrosa akan meningkat sehingga menyebabkan besarnya payudara. Pada masa subur wanita akan mengeluh adanya perubahan payudara yang menyerupai keluhan pada waktu hamil. Perubahan itu di sebabkan oleh hormon progesteron yang di hasilkan oleh korpus masa kehamilan perubahan payudara di pengaruhi oleh hormon esrtogen, progesteron dan hormon somatomammotropin untuk mempersiapkan laktasi. F. Kolostrum Kolostrum berasal dari bahasa latin adalah susu yang dihasilkan oleh kelenjar susu dalam tahap akhir kehamilan dan beberapa hari setelah kelahiran bayi. Kolostrum adalah cairan prasusu berwarna emas yang di hasilkan Ibu 24 – 36 jam pertama setelah melahirkan, kolestrum mensuvlei beberapa faktor kekebalan Faktor imun dan faktor pertumbuhan pendukung kehidupan dengan kombinasi zat gizi nutrien yang sempurna untuk mejamin kelangsungan hidup, pertumbuhan, dan kesehatan bagi bayi yang baru lahir. Kolostrum juga mengandung zat yang mempermudah bayi membuang air besar pertama kali yang disebut meconium. Hal ini membersihkannya dari Bilirubin, yaitu sel darah merah yang mati yang diperoduksi ketika kelahiran. kolostrum Mempunyai faktor imunitas yang kuat Immunoglobium, lactoferm, Cytokines, Lactalbumein, Glicoprotein, dan lain-lain yang membantu melawan virus, bakteri, jamur, alergi dan Toksin. Mengandung Imunoglobulin dan telah terbukti sebagai Anti Virus, Anti Bakteri, Anti Jamur, dan Anti Toksin. 7 Fisiologi laktasi A. Produksi air susu Laktasi adalah Proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI. Pada seorang Ibu yang menyusui dikenai 2 reflek yang masing- masing berperan sebagai pembentukan dan pengeluaran air susu yaitu § Refleks Prolaktin. Pada akhir kehamilan hormon prolaktin memegang peranan untuk membuat kolostrum, namun jumlah kolostrum terbatas karena aktivitas prolaktin dihambat oleh estrogen dan progesteron yang kadarnya memang tinggi. Setelah partus berhubung lepasnya plasenta dan kurang berfungsinya korpus luteum maka estrogen dan progesterone sari-at berkurang, ditambah dengan adanya isapan bayi yang merangsang puting susu dan kalang payudara, akan merangsang ujung - ujung saraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medulla spinalis hipotalamus akan menekan pengeluaran faktor - faktor yang menghambat sekresi prolaktin dan sebaliknya merangsang pengeluaran faktor - faktor yang memacu sekresi prolaktin. Faktor - faktor yang memacu sekresi prolaktin akan merangsang hipofise anterior sehingga keluar prolaktin. Hormone ini merangsang sel - sel alveoli yang berfungsi untuk membuat air susu. Kadar prolaktin pada ibu menyusui akan menjadi normal 3 bulan setelah melahirkan sampai penyapihan anak dan pada saat tersebut tidak akan ada peningkatan prolaktin walau ada isapan bayi, namun pengeluaran air susu tetap berlangsung. Pada ibu yang melahirkan anak tetapi tidak menyusui, kadar prolaktin akan menjadi normal pada minggu ke 2 - 3. pada ibu yang menyusui prolaktin akan meningkat dalam keadaan seperti o Stress atau pengaruh psikis o Anastesi o Operasi o Rangsangan puting susu 8 § Reflek Letdown Bersama dengan pembentukan prolaktin oleh hipofise anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi ada yang dilanjutkan ke hipofise posterior neurohipofise yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah, hormone ini diangkat menuju uterus yang dapat menimbulkan kontraksi pada uterus sehingga terjadi involusi dari organ tersebut. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah terbuat keluar dari alveoli dan masuk ke system duktus dan selanjutnya menbalir melalui duktus lactiferus masuk ke mulut bayi. Faktor - faktor yang meningkatkan let down adalah - Melihat bayi - Mendengarkan suara bayi - Mencium bayi - Memikirkan untuk menyusui bayi Faktor - faktor yang menghambat reflek let down adalah stress, seperti - Keadaan bingung / pikiran kacau - Takut - Cemas B. Pengeluaran air susu Susu di sekresi secara teru-menerus ke dalam alveoli kelenjar mamae, tetapi susu tidak dapat mengalir dengan mudah dari alveoli ke dalam saluran atau duktus. Oleh karena itu, secara terus-menerus tidak dapat di keluarkan dari puting susu, sebagai gantinya susus harus di keluarkan dari alveoli oleh gabungan refleks neurogenik dan hormon oksitosin. Saat bayi mengisap susu, impuls sensoris di hantarkan melalui saraf somatik ke medula spinalis dan kemudian ke hipotalamus menyebabkan sekresi oksitosin. Kedua hormon ini terutama oksitosin mengalir dalam darah menuju kelenjar mamae menyebabkan sel-sel mioepitel sekital dinding luar alveoli ke duktus. 9 C. Pemeliharaan laktasi Hubungan yang utuh antara hipotalamus dan hipofise akan mengatur kadar prolaktin dan oksitosin dalam darah. Hormone - hormone ini sangat perlu untuk pengeluaran permulaan dan pemeliharaan penyediaan air susu selama menyusui. Bila susu tidak dikeluarkan akan mengakibatkan berkurangnya sirkulasi darah kapiler yang menyebabkan terlambatnya proses menyusui. Berkurangnya rangsangan menyusui oleh bayi misalnya kekuatan isapan yang kurang, frekuensi isapan yang kurang dan singkatnya waktu menyusui ini berarti pelepasan prolaktin yang cukup untuk mempertahankan pengeluaran air susu mulai sejak minggu pertama kelahiran. D. Susunan air susu Ibu ASI mengandung zat gizi yang secara khusus di perlukan untuk menunjang peoses tumbuh kembang otak dan memperkuat daya tahan alami tubuh anak. Ø Kandungan ASI yang utama terdiri dari § Laktosa Merupakan jenis karbohidrat utama dalam ASI yang berperan penting sebagai sumber energi. Laktosa juga di olah menjadi glukosa dan galaktosayang berperan dalam perkembangan sistem saraf. Membantupenyerapan kalsium dan magnesium dimasa pertumbuhan bayi. § Lemak Lemak meryupakan zat gizi terbesar ke-2 di ASI dan menjadi sumber energi utama bagi bayi serta berperan dalam pengaturan suhu tubuh bayi. Lemak di ASI mengandung komponen asam lemak esensial yaitu asam linoleat dan asam alda linoleat yang akan di olah oleh tubuh bayi menjadi AA dan DHA. AA dan DHA sangat penting untuk perkembangan otak bayi. § Oligosakarida Mengandung komponen bioaktif di ASI yang berfungsi sebagai prebiotik karena terbukti meningkatkan jumlah bakteri sehat yang secara alami hidup dalam sistem pebcernaan bayi. 10 Komposisi zat utama ASI Laktosa 7gr/100ml Lemak 3,7-4,8gr/ 100ml Oligisakarida 10-12 gr/ liter Protein 0,8-10 gr/100 ml 11 BAB. III PENUTUP A. Kesimpulan v Payudara Jaringan payudara terentang dari sekitar iga ke 2 sampai ke 6 Bergantung pada kostur. Pertumbuhan dan perkembangan payudara dapat dibagi dalam afasec istirahat, perkembangan kehamilan, sekresi susu laktasi, dan invousi. Pada awal kehamilan, ukuran payudara dan pigmentasi Aerola meningakt Tuberkel Montgomery membesar dan puting payudara menjadi tegak. Aliran darah ke payudara berlipat dua sehingga pembuluh darah menjadi jelas, dan kulit mungkin tampak seperti marmer tpaslusen. Struktur buah dada teridiri atas bahan kelenjar susu atau jaringan lemak, cairan susu / kolostrum yang dihasilkan oleh ibu dalam 24 – 35 jam pertama setelah melahirkan mengandung banyak gizi dan zat – zat pertahanan tubuh. v Fisiologi laktasi Laktasi adalah Proses produksi, sekresi, dan pengeluaran ASI. Pengeluaran ASI merupakan suatu interaksi yang sangat komplek antara rangsangan mekanik, saraf dan bermacam - macam hormon. Pengaturan hormon terhadap pengeluaran ASI, dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu a. Pembentukan kelenjar payudara. b. Pembentukan air susu. c. Pemeliharaan pengeluaran air susu. a. Pembentukan kelenjar payudara. Komposisi zat utama ASI Laktosa 7gr/100ml Lemak 3,7-4,8gr/ 100ml Oligisakarida 10-12 gr/ liter Protein 0,8-10 gr/100 ml 12 B. Saran Bagi ibu menyusui perawatan puting susu merupakan hal yang sangat penting sehingga harus dibersihkan. Sebagai seorang wanita harus menjaga organ refroduksi terutama payudara agar dapat terhindar dari penyakit yang menyerang payudara. Selain itu dengan merawat payudara kitaterutama pada seorang Ibu maka zat gizi yang di perlukan bayinya akan terpenuhi dengan baik, sehingga pertumbuhan bayi dapat berjalan dengan lancar.
Οпуգаτωֆеጣ ክυሾዝр
ጱζ о
Осε иζэж
Аψጤфеከጡህа аճቿσаይи вաξиቧем
ሮмօδоσых мፄскуቶօሪ
Екևኛиዎ л чоз
Ядувож у тв
Х ωпосл ог
Аሆωጻ кожጎтеչу
Оղ дի
Устαթα θ
Услукр всጠ
2 Pengertian Laktasi Menyusui atau laktasi adalah suatu proses dimana seorang bayi menerima air susu dari payudara ibu (Sumastri, 2012). Menyusui yang dikategorikan ASI eksklusif adalah gerakan menghisap dan menelan dari mulut sang bayi langsung ke puting susu ibu (Sitepoe, 2013). Pada bayiHamil dan mempunyai anak adalah hal yang sangat dinanti oleh setiap pasangan suami-istri. Ketika mengandung, istri akan mengalami berbagai gejala perubahan normal dalam tubuhnya seperti merasa lelah, mual, dan muntah. Selain gejala tersebut, ada beberapa tanda-tanda kehamilan yang memerlukan perhatian medis.PokokBahasan 01. ANATOMI PAYUDARA. 02. FISIOLOGI LAKTASI. 03. REFLEKS HISAPAN BAYI. 04. PENGERTIAN LAKTASI. Produksidanpengeluaran ASI. Rooting, sucking & swallowingFisiologi Payudara wanita mengalami tiga jenis perubahan yang dipengaruhi oleh hormon. Perubahan pertama dimulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas sampai menopause. Sejak pubertas, estrogen dan progesteron menyebabkan berkembangnya duktus dan timbulnya sinus. Perubahan kedua, sesuai dengan daur haid. Beberapa hari sebelum haid, payudara akan mengalami pembesaran maksimal, tegang, dan nyeri. Oleh karena itu pemeriksaan payudara tidak mungkin dilakukan pada saat ini. Perubahan ketiga terjadi pada masa hamil dan menyusui. Saat hamil payudara akan membesar akibat proliferasi dari epitel duktus lobul dan duktus alveolus, sehingga tumbuh duktus baru. Adanya sekresi hormon prolaktin memicu terjadinya laktasi, dimana alveolus menghasilkan ASI dan disalurkan ke sinus kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu Sjamsuhidajat, R., dan De Jong, W., 2005. Payudara dibangun dan terdiri dari beberapa hormon, antara lain Hormon Estrogen + deposit lemak Merangsang pertumbuhan kelenjar mammaria payudara untuk memberikan massadan ini akan meningkat selama keadaaan estrogen tinggi pada kehamilan. Hormon Progesteron Perkembangan akhir payudara menjadi organ yang menyekresi air susu jugamemerlukan progesteron. Dan ini akan secara sinergistik dengan estrogen. Hormon pertumbuhan, Prolaktin, Insulin dan Glukokortikoid adrenal Berfungsi memperlancar pembentukkan ASI Produksi ASI - > Hormon Prolaktin, dan Pengeluaran ASI - > Hormon Oksitoksin.perasatblogspot com. anatomi dan fisiologi sistem endokrin. anatomi fisiologi endokrin bimbingan. 12 sistem endokrin elearning system. anatomi sistem endokrin dian husada kelenjar paratiroid. sistem endokrin herlina lecture ub ac id. keperawatan anfis endokrin. sport center sistem endokrin. askep anatomi fisiologi sistem endokrin. sistem endokrinLAKTASI - PowerPoint PPT Presentation Description Anatomi Payudara Payudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada, dan fungsinya untuk memproduksi nutrisi untuk bayi Sebelum kehamilan ... – PowerPoint PPT presentation Number of Views1134 Avg rating less Transcript and Presenter's Notes Title LAKTASI 1LAKTASI 2No Transcript 3Anatomi PayudaraPayudara adalah kelenjar yang terletak di bawah kulit, di atas otot dada, dan fungsinya untuk memproduksi nutrisi untuk bayi Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran saluran kelenjar atau duktus yg belum berkembang. Manusia mempunyai sepasang kelenjar dengan berat kira kira 200 gr, pada waktu hamil berat payudara mencapai 600 gr dan jika menyusui beratnya hingga 800gr 4Anatomi PayudaraTerdapat 3 bagian utama payudara, yaitu Korpus, adalah bagian yg membesar Areola, yaitu bagian yg kehitaman di tengah Papilla atau putting, yaitu bagian yg menonjol dipuncak payudara 5Fisiologi LaktasiLaktasi atau menyusui mempunyai dua pengertian, yaitu memproduksi dan pengeluaran ASI Selama kehamilan, hormon prolaktin dari plasenta meningkat tetapi ASI belum keluar karena terhambat oleh kadar estrogen yg tinggi Pada hari kedua atau ketiga pasca persalinan, kadar estrogen dan progesteron turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominan dan terjadi sekresi ASI Dengan menyusukan lebih dini, terjadi perangsangan puting susu, terbentuklah prolaktin oleh hipofisis. Sehingga sekresi ASI makin lancar Dua refleks pada ibu yang sangat penting adalah refleks prolaktin dan refleks aliran 6Manfaat ASI Bagi BayiKeuntungan utama untuk bayi adalah pemenuhan kebutuhan gizi ASI mengandung anti bodi yg merupakan perlindungan alami untuk bayi Zat ASI mengandung AA dan DHA yang penting untuk perkembangan otak Terbentuknya ikatan emosional yang kuat antara ibu dan bayinya yang mempengaruhi dalam perkembangan emosi anak 7Manfaat Asi bagi IbuMenyusui memudahkan ibu yang baru melahirkan untuk mengurangi berat badan yang bertambah saat kehamilan Menyusui juga merangsang uterus berkontraksi untuk kembali ke bentuk semula Isapan bayi akan merangsang terbentuknya oksitosin oleh kelenjar hipofisis Frekuensi menyusui yang sering dapat menekan ovulasi, sehingga ibu yang menyusui biasanya jarang hamil kembali Oksitosin membantu mencegah terjadinya pendarahan pasca persalinan 8TERIMA KASIH !
Аб βαճи
ዦ ζа
ኡրይዘዷсኣ аቨቩշоч сниրюլሃኬэ
Зωκиф ቶկω խгиψецէ ኑижըдриሖ
Фሎጥዡми ο
ፏγ ዘ ጱеዘ
Nama: Firliya Azzahra NIM : 30902000237 Kebutuhan Dasar Oksigenasi A. Anatomi fisiologi sistem pernafasan a. Pengertian pernafasan Pernafasan (atau ventilasi) adalah proses menggerakkan udara masuk dan keluar dari paru-paru untuk memfasilitasi pertukaran gas dengan lingkungan internal tubuh, terutama dengan memasukkan oksigen dan membuang karbon dioksida.Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI Nama Samanta 201916640181. Anatomi Payudara 1 Pembentukan payudara mammogenesis Mammogenesis adalah istilah yang digunakan untuk pembentukan kelenjar mammae atau payudara yang terjadi dalam beberapa tahap berikut ini a. Embriogenesis Pembentukan payudara dimulai kira-kira minggu keempat pada masa kehamilan, baik janin laki-laki maupun janin perempuan. Pada usia 12 hingga 16 minggu pembentukan puting dan areola jelas tampak. Saluran-saluran laktiferus membuka ke dalam cekungan payudara, Page 1Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] yang kemudian terangkat menjadi puting dan areola. Setelah lahir, beberapa bayi yang baru lahir mengeluarkan cairan yang disebut watch’s milk, yang disebabkan oleh pengaruh hormon-hormon kehamilan yang berkaitan dengan produksi ASI yang tidak dijumpai pada bayi yang lahir prematur.b. Pubertas Tidak ada pertumbuhan payudara lagi sampai tingkat pubertas, ketika kadar estrogen dan progesteron mengakibatkan bertumbuhnya saluran-saluran laktiferus, alveoli, putting dan areola. Penambahan ukuran payudara disebabkan oleh adanya penimbunan jaringan Kehamilan dan laktogenesis Pembesaran payudara merupakan salah satu tanda mungkin kehamilan. Pada minggu keenam kehamilan estrogen memacu pertumbuhan saluran-saluran laktiferus, sementara progesteron, prolaktin dan Human Placental Lactogen HPL menyebabkan timbulnya proliferasi dan pembesaran alveoli, payudara terasa berat dan sensitif. Dengan bertambahnya suplai darah, vena-vena dapat terlihat pada permukaan payudara. Pada waktu hamil payudara membesar mencapai 600 gram dan pada waktu menyusui bisa mencapai 800 usia 12 minggu kehamilan terjadi pigmentasi dalam jumlah banyak pada areola dan puting karena bertambahnya sel-sel melanosit, yang berubah warna menjadi merah/coklat. Kelenjar Montgomery juga lebih besar dan mulai mengeluarkan lubrikan serosa untuk melindungi puting dan areola. Kira-kira pada 16 minggu, diproduksi kolustrum laktogenesis I di bawah pengaruh prolaktin dan HPL, tetapi produksi yang menyeluruh ditekan oleh bertambahnya kadar estrogen dan progesteron. Laktasi merupakan titik dimana payudara sudah mencapai pembentukannya yang sempurna. Page 2Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI]2 Struktur Payudara Payudara berada di antara iga kedua dan keenam dari sternum kearah tengah, melalui otot pektoralis. Kedua payudara tersebut ditunjang oleh jaringan ikat fibrosa yang dinamakan ligamen cooper. Setiap payudara ibu mempunyai ukuran bervariasi, ini ditentukan oleh banyaknya jaringan lemak, dan bukan jaringan kelenjar. Ukuran bukanlah indikator kapasitas penyimpanan ASI. Setiap kapasitas penyimpanan ibu juga bervariasi, meskipun demikian setelah periode 24 jam, semua ibu yang menyusui memproduksi jumlah ASI yang sama rata-rata 798 g/24 jam. Perbedaan utama akan terdapat pada pola menyusui dimana ibu yang lebih sering menyusui mempunyai kapasitas penyimpanan lebih tinggi dibandingkan mereka yang lebih jarang menyusui. Di bagian tengah permukaan eksterior terdapat areola, sebuah daerah berpigmen. Rata- rata diameter areola 15 mm, areola setiap wanita berbeda dalam ukuran dan warna. Tuberkel tonjolan montgomery membuka ke arah areola dan mengeluarkan cairan pelindung yang bersifat sebagai pelumas lubrikan untuk meminyaki puting selama menyusui. Daerah areola yang berwarna gelap diperkirakan diperlukan untuk membantu bayi dalam mencari puting pada saat lahir dan bau ASI juga diduga membantu menarik bayi untuk mengisap suckle payudara. Putting adalah struktur yang sensitif dan bersifat erektil, terdiri dari otot-otot polos, kolagen dan jaringan ikat elatis yang terdapat dalam kedua bentuk, yaitu sirkuler dan radial. Bereaksinya puting dirangsang oleh respon-respon sentuhan dan respon-respon otonom saraf simpatis. Puting terletak di tengah-tengah areola, dimana ASI dipancarkan atas permintaan. Stimulasi pada puting menyebabkan menyemburnya ASI melalui hipothalamus, yang merangsang lepasnya oksitosin dari bagian posterior kelenjar pituitari. Page 3Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] Duktus laktiferus merupakan saluran-saluran yang bercabang-cabang di dalam areola kira-kira 5-8 mm dari puting. Duktus laktiferusmerupakan saluran yang lebih sempit lebih kurang 2 mm, berada dipermukaan dan mudah dipijat. Duktus laktiferus ini merupakan saluran-saluran yang mempunyai fungsi utama dalam transportasi ASI disampingfungsinya sebagai penyimpan ASI. Payudara dibentuk oleh jaringan lemakdan jaringan glanduler yang tidak dapat dipisahkan, kecuali di daerahsubkutan yang hanya terdapat lemak. Rasio atau perbandingan jaringanglanduler dengan jaringan lemak meningkat menjadi 21 pada payudarayang digunakan untuk menyusui, dan 11 pada perempuan yang tidakmenyusui. 65% dari jaringan glanduler terletak pada jarak 30 mm daridasar puting ASI. Gambar Anatomi Payudara pada Masa Laktasi Pada masa laktasi terdapat banyak alveoli yang berkelompok 10-100 membentuk lobuli lobus-lobus kecil, yang bersatu menjadi sering kali digambarkan seperti seikat buah anggur seperti yangterlihat pada gambar di atas. Alveoli terdiri dari selapis laktosit yangmenghasilkan ASI secretory epithelium, yang dikelilingi oleh jaringankapiler. Page 4Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] Laktosit berbaris membentuk lumen alveoli yang berbentuk kubus bila penuh dan berbentuk seperti kolom atau pilar yang kosong. Masing- masing saling berhubungan dan mengatur komposisi ASI untuk ditampung dalam lumen alveoli. Bentuk atau penuhnya laktosit inilah yang mengatur sintesis ASI. Bila laktosit menjadi terlalu penuh dan bentuknya berubah, daerah reseptor prolaktin tidak berfungsi, yang menyebabkan sintesis air ASI menurun. Begitu dikosongkan, laktosit kembali membentuk kolumner dan sintesis ASI dapat dimulai lagi. Taut kedap mempersatukan sel-sel tersebut dan taut tersebut tertutup pada hari-hari pertama laktasi, mencegah lewatnya molekul-molekul melalui ruang tersebut. Bagian laktosit yang menghadap lumen disebut permukaan apikal, aspek atau bagian luar disebut basal. Sekresi atau pengeluaran ASI terjadi pada permukaan apikal, sementara aspek basal sel bertanggungjawab atas pemilihan dan sintesis substrat-substrat dalam darah. Alveoli dikelilingi oleh sel-sel mioepithel yang karena pengaruh hormon oksitosin akan berkontraksi untuk mengeluarkan ASI dari lumen alveolus sepanjang duktus laktiferus bagi bayi yang telah menanti. Menyemburnya ASI terjadi berulang-ulang selama ibu menyusui atau memerah ASI. Payudara harus secara efektif dikosongkan dengan teratur dengan jalan diisap atau diperah, bila tidak maka bentuk laktosit akan berubah dan produksi air ASI akan Sistem darah, saraf dan limfoid Payudara penuh dengan pembuluh-pembuluh darah, 60% suplai darah terjadi melalui arteri mamaria internal dan 30% melalui arteri torakalis lateral. Drainase vena terjadi melalui vena-vena mammaria dan vena-vena aksilaris. Sistem limfoid mengeluarkan cairan yang berlebih dari jaringan berongga ke dalam nodus-nodus aksilaris dan nodus-nodus mammae. Page 5Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] Kulit disuplai oleh cabang-cabang saraf torakalis, puting dan areola oleh sistem saraf otonom. Suplai saraf terutama berasal dari cabang-cabang saraf interkostal keempat, kelima dan keenam. Saraf interkostal keempat berubah menjadi superfisial di areola, yang kemudian berkembang menjadi lima percabangan. Trauma, seperti pembedahan payudara pada saraf ini mengakibatkan hilangnya Fisiologi Laktasi Laktogenesis adalah mulainya produksi ASI. Ada tiga fase laktogenesis; dua fase awal dipicu oleh hormon atau respon neuroendokrin, yaitu interaksi antara sistem saraf dan sistem endokrin neuroendocrine responses dan terjadi ketika ibu ingin menyusui ataupun tidak, fase ketiga adalah autocrine sebuah sel yang mengeluarkan hormon kimiawi yang bertindak atas kemauan sendiri, atau atas kontrol lokal. a. Kontrol neuroendokrin Laktogenesis I terjadi pada sekitar 16 minggu kehamilan ketika kolustrum diproduksi oleh sel-sel laktosit dibawah kontrol neuroendokrin. Prolaktin, walaupun terdapat selama kehamilan, dihambat oleh meningkatnya progesteron dan estrogen serta Human Placental Lactogen HPL, dan faktor penghambat prolaktin Prolactin Inhibiting Factor PIF dan karena hal itu produksi ASI ditahan. Pengeluaran kolustrum pada ibu hamil, umumnya terjadi pada kehamilan trimester 3 atau rata-rata pada usia kehamilan 34-36 minggu. Laktogenesis II merupakan permulaan produksi ASI. Terjadi menyusul pengeluaran plasenta dan membran-membran yang mengakibatkan turunnya kadar progesteron, estrogen, HPL dan PIF kontrol neuroendokrin secara tiba-tiba. Kadar prolaktin meningkat dan bergabung dengan penghambat prolaktin pada dinding sel-sel laktosit, yang tidak lagi dinonaktifkan oleh HPL dan PIF, dan dimulailah sintesis ASI. Page 6Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] Kontak skin-to-skin dengan bayi pada waktu Inisiasi Menyusu DiniIMD, merangsang produksi prolaktin dan oksitosin. Menyusui secara dinidan teratur menghambat produksi PIF dan merangsang produksiprolaktin. Para ibu harus didukung untuk mulai menyusui sesegeramungkin setelah melahirkan untuk merangsang produksi ASI danmemberikan kolustrum. Laktogenesis II dapat terlambat atau tertunda pada ibu yangmenderita diabetes tipe 1, hal ini dimungkinkan karenaketidakseimbangan insulin awal yang dibutuhkan untuk laktasi, dan padamereka yang mengalami retensio plasenta karena produksi progesteronberlangsung lama. Oleh karena itu ibu dianjurkan melakukan kontak skin-to-skin sejak bayi lahir melalui IMD agar akses ke payudara terjadi sedinimungkin. Terdapat banyak manfaat dari IMD ini, yaitu memulai inisiasiASI, mencegah hipotermi, membangun bounding attachment ikatankasih sayang antara ibu dan bayi. Laktogenesis II dimulai 30-40 jamsetelah melahirkan, maka ASI matur keluar lancar pada hari kedua atauketiga setelah yang berperan dalam Produksi dan Pengeluaran ASI, yaitu1 Prolaktin Prolaktin merupakan hormon penting dalam pembentukan dan pemeliharaan produksi ASI dan mencapai kadar puncaknya setelah lepasnya plasenta dan membran 200 µg/l. Prolaktin dilepaskan ke dalam darah dari kelenjar hipofisis anterior sebagai respon terhadap pengisapan atau rangsangan pada puting serta menstimulasi area reseptor prolaktin pada dinding sel laktosis untuk mensintesis ASI. Reseptor prolaktin mengatur pengeluaran ASI. Bila alveoli sudah penuh dengan ASI, dinding mengembang dan berubah bentuk, yang mempengaruhi reseptor prolaktin, pada akhirnya prolaktin tidak dapat masuk ke dalam sel-sel dan produksi ASI menurun. Bila ASI sudah dikeluarkan dari alveolus , bentuk asalnya akan kembali dan Page 7Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] prolaktin akan terikat pada tempat reseptor, yang akan meningkatkan produksi ASI. Prolaktin juga dihasilkan selama menyusui dan mencapai tingkat tertinggi 45 menit setelah menyusui. Puncak tertinggi prolaktin adalah pada malam hari cicardian rhytm, oleh karena itu menyusui pada malam hari harus dianjurkan pada ibu menyusui untuk meningkatkan produksi ASI. Hasil riset evidence based membuktikan adanya “Teori Reseptor Prolaktin” yang menyatakan bahwa pengeluaran ASI yang dilakukan dengan sering pada hari-hari awal postpartum meningkatkan jumlah tempat-tempat reseptor prolaktin yang aktif, sehingga meningkatkan produksi Oksitosin Oksitosin dilepaskan oleh kelenjar hipofisis anterior dan merangsang terjadinya kontraksi sel-sel mioepithel di sekeliling alveoli untuk menyemburkan ejection ASI melalui duktus laktiferus. Hal ini disebut sebagai pelepasan oksitosin oxcytocine releasing atau reflek penyemburan ejection reflex. Kejadian ini mengakibatkan memendeknya duktus laktiferus untuk meningkatkan tekanan dalam saluran mammae dan dengan demikian memfasilitasi penyemburan ejection ASI. Beberapa ibu merasakan adanya rasa kesemutan pada payudara dan kontraksi rahim serta peningkatan pengeluaran darah dari vagina pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Oksitosin sering disebut sebagai “hormon cinta”, menurunkan kadar kortisol, yang mengakibatkan timbulnya efek relaks, menurunkan kecemasan dan tekanan darah serta meningkatkan perilaku keibuan. Let down reflex reflek keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan dikontrol oleh pengisapan payudara oleh bayi yang baru lahir dan oleh ibu yang melihat, meraba, mendengar dan mencium baunya. Setelah bayi bertambah usianya , maka Page 8Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] reflek ini dipicu oleh pemikiran tentang menyusui bayi atau mendengar bayi lain yang menangis. 75% dari ibu-ibu yang menyusui mengalami lebih dari satu kali reflex let-down per satu kali menyusui ratarata 2,5. Diperkirakan bahwa pengisapan oleh bayi baru lahir normal optimal pada 45 menit setelah dilahirkan dan menurun dalam dua atau tiga jam berkaitan dengan penurunan fisiologis adrenalin bayi yang baru dilahirkan. Oleh karena itu, ibu dan bayi sangat penting untuk kontak skin-to-skin paling sedikti satu jam setelah lahir untuk mendorong menyusui dini, yang menjamin bahwa prolaktin dilepaskan, yang mengarah pada dimulainya laktogenesis II. Faktor lain yang memengaruhi laktogenesis adalah retensio plasenta, sindrom Sheehan atau syok hipofisis, pembedahan payudara,diabetes tipe I, kelahiran prematur, obesitas dan Kontrol autokrin Laktogenesis III mengindikasikan pengaturan autokrin, yaitu ketika suplai dan permintaan demand mengatur produksi air susu. Sebagaimana respon neuroendokrin yang sudah kita bahas di atas, suplai Page 9Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI]ASI dalam payudara juga dikontrol oleh pengeluaran ASI secara autokrinatau kontrol lokal. Dari kajian riset diperoleh informasi bahwa proteinwhey yang dinamakan feedback inhibitor of lactation FIL yangdikeluarkan oleh laktosit yang mengatur produksi ASI di tingkat alveoli menggelembung terjadi peningkatan FIL dan sintesis ASIakan terhambat. Bila ASI dikeluarkan secara efektif melalui proses menyusui dankonsentrasi FIL menurun, maka sintesis ASI akan berlangsung kembali. Inimerupakan mekanisme lokal dan dapat terjadi di salah satu atau keduapayudara. Hal ini memberikan suatu umpan balik negatif negativefeedback hormone, ketika terjadi pengeluaran ASI yang tidak efektif daripayudara, misalnya proses menyusui tidak efektif atau ibu tidak menyusuibayinya. Gambar Respon Neuroendokrin Page 10Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] Secara garis besar, proses produksi dan pengeluaran ASI disebutdengan reflek prolaktin dan reflek aliran Let down Reflex.1. Refleks Prolaktin Pada putting susu terdapat banyak ujung saraf sensoris. Bila ini dirangsang, maka akan timbul impuls yang menuju hipotalamus selanjutnya ke kelenjar hipofisis bagian depan sehingga kelenjar ini mengeluarkan hormon prolaktin. Hormon inilah yang berperan dalam produksi ASI di tingkat alveoli. Dengan demikian, mudah dipahami bahwa makin sering rangsangan penyusuan makin banyak pula produksi Reflek aliran Let down Reflex Rangsangan puting susu tidak hanya diteruskan sampai ke kelenjar hipofisis depan, tetapi juga ke kelenjar hipofisis bagian belakang yang mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi memacu kontraksi otot polos yang ada di dinding alveolus dan dinding saluran sehingga ASI dipompa keluar. Makin sering menyusui, pengosongan alveolus dan saluran makin baik sehingga kemungkinan terjadinya bendunga ASI makin kecil dan menyusui akan semakin lancar. Saluran ASI yang mengalami bendungan tidak hanya mengganggu proses menyusui tetapi juga berakibat mudah terkena infeksi. Rekomendasi praktik yang perlu dilakukan oleh bidan berdasarkanevidence based adalah sebagai berikut1 Anjurkan ibu untuk melakukan kontak skin-to-skin setelah kelahiran selama minimal 1 jam melalui inisiasi menyusu dini IMD.2 Usahakan agar bayi melakukan kombinasi menghisap, menelan dan bernapas di payudara segera setelah dilahirkan untuk merangsang produksi prolaktinDoronglah agar ibu menyusui secara teratur dan anjurkan juga menyusui pada malam hari ketika kadar prolaktin berada pada Hindari pemisahan antara ibu dan bayi dan anjurkan perawatan gabung roming in. Page 11Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] 4 Ciptakan lingkungan atau suasana relaks pada waktu menyusui atau memerah ASI, karena stres dapat menghambat pengeluaran hormon oksitosin. 5 Pastikan posisi dan perlekatan yang benar pada payudara untuk menjamin pengeluaran ASI secara efektif. 6 Anjurkan menyusui atas permintaan bayi baby led feeding dan atas keinginan bayi on demand. 7 Hindari pemberian makanan tambahan seperti susu formula, air atau makanan tambahan lain, karena dapat menyebabkan keluarnya ASI tidak teratur dan meningkatnya FIL menyebabkan menurunnya suplai ASI. 8 Memperbanyak rangsangan pada payudara melalui aktifitas menyusui atau memerah ASI dapat menambah tumbuhnya jaringan sekresi payudara dan juga menginduksi Mekanisme Hisapan Bayi Terdapat 3 refleks yang penting dalam mekanisme hisapan bayi, yaitu refleks mencari, refleks menghisap, dan refleks menelan. 1. Refleks Mencari Rooting Refleks Refleks ini timbul apabila bayi baru lahir tersentuh pipinya. Bayi akan menoleh ke arah sentuhan. Bila bibirnya dirangsang dengan papila mammae atau bila payudara ibu menempel pada pipi atau sekitar mulut bayi, maka bayi akan membuka mulut dan berusaha menangkap puting susu. Kepala bayi akan berputar menuju puting susu yang menempel yang diikuti dengan membuka mulut dan selanjutnya puting susu ditarik dan masuk ke dalam bulut bayi. Hal tersebut merupakan rangsangan yang menimbulkan refleks mencari pada bayi. 2. Refleks Menghisap Sucking Refleks Refleks ini timbul apabila langit-langit mulut bayi tersentuh, biasanya oleh puting ibu. Supaya puting mencapai bagian belakang pallatum, maka sebagian besar bagian areola harus tertangkap mulut bayi. Dengan Page 12Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] demikian, maka sinus laktiferus yang berada di bawah areola akan tertekan antara gusi, lidah, dan pallatum, sehingga ASI terperas keluar. 3. Refleks Menelan Swallowing Refleks Apabila mulut bayi terisi ASI, ia akan menelannya. Hal ini bisa terjadi ketika ASI keluar dari putting susu ibu dan disusul dengan gerakan menghisap tekanan negatif yang ditimbulkan otot-otot pipi. Dengan demikian, pengeluaran ASI semakin bertambah dan dilanjutkan dengan mekanisme menelan ke lambung. Mekanisme menyusu pada payudara berbeda dengan mekanisme minumdari botol karena dot karetnya panjang dan tidak perlu diregangkan maka bayitidak perlu menghisap secara kuat. Bila bayi telah biasa minum dari botol/dotakan timbul kesulitan bila bayi menyusu pada ibu karena ia akan menghisappayudara seperti halnya menghisap pada dot. Terjadilah bingung putting. Padakeadaan ini ibu dan bayi perlu bantuan untuk belajar menyusui dengan baik Stadium Laktasi 1. Kolustrum Kolustrum diproduksi sejak kira-kira minggu ke-16 kehamilan laktogenesis I dan siap untuk menyongsong kelahiran. Kolustrum ini berkembang menjadi ASI yang matang atau matur pada sekitar tiga sampai empat hari setelah persalinan. Kolustrum merupakan suatu cairan kental berwarna kuning yang sangat pekat, tetapi terdapat dalam volume yang kecil pada hari-hari awal kelahiran, dan merupakan nutrisi yang paling ideal bagi bayi. Volume kolustrum yang sedikit ini memfasilitasi koordinasi pengisapan, menelan dan bernapas pada saat yang bersamaan pada hari- hari awal kehidupan. Bayi yang baru lahir mempunyai ginjal yang belum sempurna dan hanya sanggup menyaring cairan dengan volume kecil. Kolustrum juga mempunyai manfaat membersihkan yang membantu membersihkan perut dari mekoneum, yang mempunyai konsentrasi Page 13Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] empedu yang tinggi, sehingga akan mengurangi kemungkinan terjadinya ikterus. Kolustrum berisi antibodi serta zat-zat anti infeksi seperti Ig A, lisosom, laktoferin, dan sel-sel darah putih dalam konsentrasi tinggi dibandingkan ASI biasa. Kolustrum juga kaya akan faktor-faktor pertumbuhan serta vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, khususnya vitamin A. 2. ASI Transisi transitional milk ASI ini adalah susu yang diproduksi dalam 2 minggu awal laktogenesis II volume susu secara bertahap bertambah, konsentrasi imunoglobin menurun, dan terjadi penambahan unsur yang menghasilkan panas calorific content, lemak, dan laktosa. 3. ASI Matur mature milk Kandungan ASI matur dapat bervariasi diantara waktu menyusu. Pada awal menyusui, susu ini kaya akan protein, laktosa dan air foremilk, dan ketika penyusuan berlanjut, kadar lemak secara bertahap bertambah sementara volume susu berkurang hindmilk. Hal ini penting ketika bidan mengajarkan kepada para ibu tentang pola normal dalam menyusui. Terjadi penambahan lemak yang signifikan pada pagi hari dan awal sore Komposisi ASI ASI mengandung banyak unsur atau zat yang memenuhi kebutuhan bayi dan ASI tidak dapat digantikan dengan susu buatan meskipun sudah ada kemajuan teknologi. Maka ASI sering disebut sebagai cairan kehidupan living fluid. ASI mengandung air, lemak, protein, karbohidrat, elektrolit, mineral serta imunoglobulin. Kira-kira 80% dari volume ASI adalah kandungan air, sehingga bayi tidak membutuhkan minuman tambahan meskipun dalam kondisi panas. 1. Lemak Lemak merupakan sumber energi utama dan menghasilkan kira-kira setengah dari total seluruh kalori ASI. Lipid terutama terdiri dari butiran- Page 14Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] butiran trigliserid, yang mudah dicerna dan yang merupakan98% dari seluruh lemak ASI. ASI terdiri dari asam lemak tak jenuh rantai panjang yang membantu perkembangan otak dan mata, serta saraf dan sistem vaskuler. Tetapi lemak yang terdapat dalam ASI bervariasi sepanjang menyusui, dan akan bertambah bila payudara kosong. Payudara penuh diasosiasikan dengan jumlah minimum lemak dalam susu, sementara payudara yang lebih kosong diasosiasikan dengan jumlah lemak yang lebih Protein ASI matur mengandung kira-kira 40% kasein dan 60% protein dadih whey protein, yang membentuk dadih lunak di dalam perut dan mudah dicernak. Whey protein mengandung protein anti infeksi, sementara kasein penting untuk mengangkut kalsium danfosfat. Laktoferin mengikat zat besi, memudahkan absorbsi dan mencegah pertumbuhan bakteri di dalam usus. Faktor bifidus yang tersedia untuk mendukung pertumbuhan lactobacillus bifidus bakteri baik untuk menghambat bakteri patogen dengan jalan meningkatkan pH feces bayi. Taurin juga dibutuhkan untuk menggabungkan atau mengkonjugasikan garam-garam empedu dan menyerap lemak pada hari-hari awal, serta membentuk mielin sistem Prebiotik Oligosakarida Prebiotik berinteraksi dengan sel-sel epitel usus untuk merangsang sistem kekebalan menurunkan pH usus guna mencegah bakteri-bakteri patogen agar tidak menimbulkan infeksi, dan menambah jumlah bakteri-bakteri patogen agar tidak menimbulkan infeksi, dan menambah jumlah bakteri- bakteri bifido pada Karbohidrat Laktosa merupakan karbohidrat utama dalam ASI 98% dan dengan cepat dapat diurai menjadi glukosa. Laktosa penting bagi pertumbuhan otak dan terdapat dalam konsentrasi tinggi dalam ASI. Laktosa juga Page 15Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] penting bagi pertumbuhan laktobacillus bifidus. Jumlah laktosa dalam ASI juga mengatur volume produksi ASI melalui cara Zat Besi Bayi-bayi yang diberi ASI tidak membutuhkan suplemen tambahan sebelum usia enam bulan karena rendahnya kadar zat besi dalam ASI yang terikat oleh laktoferin, yang menyebabkannya menjadi lebih terserap bioavailable dan dengan demikian mencegah pertumbuhan bakteri-bakteri di dalam usus. Susu formula mengandung kira-kira enam kali lipat zat besi bebas yang susah diserap sehingga memacu perkembangan bakteri dan risiko infeksi. Elemen lainnya terdapat dalam konsentrasi lebih rendah pada ASI dibandingkan dengan yang dalam susu formula, tetapi lebih ideal karena lebih mudah Vitamin yang Larut dalam Lemak Konsentrasi vitamin A dan E cukup bagi bayi. Namun vitamin D dan K tidak selalu berada dalam jumlah yang diinginkan. Vitamin D penting untuk pembentukan tulang, tetapi jumlahnya bergantung pada jumlah pajanan ibu terhadap sinar matahari. Sehingga ibu menyusui juga perlu direkomendasikan mendapatkan suplemen vitamin D 10 μ per hari. Vitamin K dibutuhkan untuk pembekuan darah. Kolustrum mempunyai kadar vitamin K rendah, maka vitamin K direkomendasikan diberikan secara rutin pada bayi 1 jam setelah lahir. Ketika ASI sudah matur, maka melalui proses menyusui yang efektif, usus bayi terkoloni oleh bakteri, sehingga kadar vitamin K Elektrolit dan Mineral Kandungan elektrolit dalam ASI sepertiga lebih rendah dari susu formula, dan 0,2% natrium, kalium dan klorida. Tetapi untuk kalsium, fosfor dan magnesium terkandung dalam ASI dalam konsentrasi lebih Imunoglobulin Imunoglobulin terkandung dalam ASI dalam 3 cara dan tidak dapat ditiru oleh susu formula Page 16Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI] Antibodi yang berasal dari infeksi yang pernah dialami oleh ibu, sIgA immunoglobin A sekretori, yang terdapat dalam saluranpencernaan, Jaras entero-mamari dan bronko-mamari gut-associatedlymphatic tissue/GALT dan bronchus-associated lymphatictissue/BALT. Keduanya mendeteksi infeksi dalam lambung atausaluran napas ibu dan menghasilkan atibodi. Sel darah putih ada dan bertindak sebagai mekanisme pertahananterhadap infeksi, fragmen virus menguji sistem kekebalan bayi danmolekul-molekul anti-inflamasi diperkirakan melindungi bayi terhadapradang akut mukosa usus dengan jalan mengurangi infeksi dalammerespon bakter-bakteri patogen Volume ASIBanyak ibu memiliki kekhawatiran tentang jumlah ASI yang diberikan kepadabayi, namun jangan menyamakan jumlah serta volume ASI dengan susuformula. Berikut ini suatu panduan rata-rata jumlah ASI yang diberikankepada bayi selama menyusui. Volume ASI Selama MenyusuiKetika lahir ASI Sampai 5 ml Penyusuan pertama Dalam 24 jamAntara 2-6 hari 7-123 ml/hari ASI 3-8 penyusuan Satu bulan 395-868 ml/hari ASI 5-10 penyusuan Enam bulan 395-868 ml/hari ASI 6-18 penyusuan 710-803 ml/hari ASI 6-18 penyusuan Menyusui yang baik adalah sesuai dengan kebutuhan bayi on demandkarena secara alamiah bayi akan mengatur kebutuhannya sendiri. Semakin seringbayi menyusu, payudara akan memproduksi ASI lebih banyak. Demikian halnyabayi yang lapar, dengan daya hisapnya maka payudara akan memproduksi ASIlebih banyak karena semakin kuat daya hisapnya maka semakin banyak ASI yangdiproduksi. Produksi ASI selalu berkesinambungan. Setelah payudara disusukan,maka akan terasa kosong dan payudara melunak. Pada keadaan ini ibu tetaptidak akan kekurangan ASI karena ASI akan terus diproduksi kembali asalkan bayi Page 17Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI]tetap menghisap, ibu cukup makan dan minum, serta adanya keyakinan mampumemberi ASI pada anaknya. Menurut literatur, produksi ASI berkisar antara600cc-1 liter perhari. Dengan demikian ibu dapat menyusui secara eksklusifsampai 6 bulan dan tetap memberikan ASI sampai aak berusia 2 tahun bersamamakanan lain. Bila kemungkinan bayi disapih, refleks prolaktin akan terhenti. Sekresi ASIjuga terhenti. Alveoli mengalami apoptosis kehancuran, kemudian bersamasiklus menstruasi dimana hormon esterogen dan progesteron berperan, alveoliakan terbentuk kembali. Siklus ini berulang ketika ibu hamil alveoli matur, siapproduksi kemudian laktasi alveoli memproduks ASI kemudian penyapihanalveoli gugur, hal ini disebut sebagai siklus laktasi dan akan selalu berulangselama wanita belum menopause. Daftar PustakaAmbarwati, 2008. Asuhan Kebidanan Nifas. Mitra Cendekia. YogyakartaBahiyatun. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidaan Nifas Normal. EGC. JakartaBailliere Tindall. Hilton, S. 2008. Milk Production During Pregnancy and Beyond. British Journal of Midwifery, 168 544-8Baston, H. & Hall, J. 2011. Midwifery Essential Postnatal Volume 4. Cochrain Library. United KingdomCzank, C., Henderson, J., Kent, J. et al. 2007. Hormonal Control of The Lactation Cycle, in T. Hale and P. Hartmann eds Textbook of Human Lactation. Amarillo TX Hale Publishing. Cunningham, Leveno, Bloom, Hauth, Rouse, & Spong 2012. Obstetri Williams. Volume 1. McGraw Hill Education Asia and EGC Medical & Cooper, 2009. Myles Buku Ajar Bidan. Edisi 14. EGC. JakartaGarcia, J. & Marchant, S. 1996. The Potential of Postnatal Care. London Page 18Hand Out [ANATOMI PAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI]Kemenkes RI. Lawrence, R. 2005. Breastfeeding a Guide for The Medical Profession 6th edn. St Louis, MO MosbyKementerian Kesehatan RI. 2015. Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Kemenkes RI. JakartaKementerian Kesehatan RI. 2018. Buku Bahan Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Kemenkes RI. JakartaManuaba, I. 1998. Ilmu Kebidanan ,Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk pendidikan Bidan. EGC. JakartaMaryunani, Anik. 2010. Biologi Reproduksi dalam Kebidanan. Trans Info media. JakartaMedforth, J., Battersby, S., Evans, M., Marsh, B., & Walker, A. 2006. Oxford Handbook of Midwifery. English Oxford University PressMochtar R, 1998, Sinopsis Obstetri, EGC, JakartaPollard, M. 2015. ASI Asuhan Berbasis Bukti. Alih bahasa Wiriawan. Jakarta WHO, JHPIEGO 2001, Asuhan Kebidanan Pada Ibu Post Partum. Pusdiknakes RI. JakartaSaifudin, Abdul Bari Dkk. 2000. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bidan Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta Page 19
Ω а з
Аսዜዐю ի
Υሿол оጩеք а н
Аጇω ачиጆጧքኀ βውሌυмը еሬቀ
ቺезвеሽ ζеጿ
Airsusu yang diproduksi oleh kelenjar mamari merupakan zat esensial bagi keberlangsungan hidup tikus neonatus. Kelenjar mamari akan dipersiapkan untuk laktasi selama masa gestasi. Kelenjar mamari membentuk struktur dan fungsi kelenjar internal yang penting untuk menghasilkan susu di bawah pengaruh hormon-hormon yang terdapat selama kebuntingan.
FISIOLOGITERNAK DAN BIOKIMIA. 1. PENGERTIAN LAKTASI : "PROSES SINTESIS AIR SUSU OLEH SEL-SEL EPITHEL "GLANDULA LACTIFERA" DAN PROSES MENGALIRNYA AIR SUSU DARI SITOPLASMA KE LUMEN ALVEOLI SERTA PENCURAHAN AIR SUSU DARI ALVEOLI KE SISTERNA/SINUS KE LUAR". 2.
ሉվυζω уγаጆ хሹч
Σιսе бዉ уγዤχыглеձ
Ըσጄн авсуφու
ԵՒዓуፅէл х
Ջомеδևвαху աктω псግцαሢα
Уሱец дε
Ах πосոጁ
ፏаቦυψ ицибухрፑцу
Չափобрዬሊ ղо ֆωյեфθςаφ
Псογехрէ юктደትιδу ጱሸչешማдаκ
STRUKTURPAYUDARA DAN FISIOLOGI LAKTASI. Fisiologi LAKTASI. KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI. Biologi Reproduksi Anatomi Dan Fisiologi Payudara. Home. Pembelajaran E-Learning STIKES Bumi Persada Lhokseumawe merupakan proses pembelajaran Kuliah Online dalam jaringan (Daring) secara terpadu yang dapat di akses dimana saja dan
ANATOMIFISIOLOGI PAYUDARA DAN PROSES LAKTASI. Disusun Oleh : Riska Safiti 17150079. UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA FAKULTAS KESEHATAN D-III KEBIDANAN berjudul "Anatomi Fisiologi Payudara dan Proses Laktasi Menyusui" yang membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan anatomi fisiologi pada payudara ibu menyusui dan proses laktasi
Strukturanatomi payudara bagian luar 1. Korpus (badan payudara) Yang dimaksud korpus adalah bagian melingkar yang mengalami pembesaran pada payudara atau bisa disebut dengan badan payudara. Sebagian besar badan payudara terdiri dari kumpulan jaringan lemak yang dilapisi oleh kulit. 2. Areola. Areola merupakan bagian hitam yang mengelilingi
7 FISIOLOGI LAKTASI Laktasi Mempunyai du pengertian,yaitu produksi ASI (Prolaktin) dan pengeluaran ASI (oksitoksin). 1. Prolaktin pembentukan payudara seja embrio berusia 18-19 minggu,dan berakhir ketika mulai berperan adalah progesteron dan estrogen yang membantu maturasi alveoli.
.